sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis

Lari
Yusuf Arifin

Siluet Hujan
Arya Gunawan

Ornamen Kematian
Arya Gunawan

Kucing Beranak Dalam Kaus Kaki Presiden
T Widjaja

                 Sepakbola Betapa Indahnya
                      T Widjaja

Rakyat Tak Mungkin Merdeka
Sutrisno Budiharto

Zeedijk
Sitok Srengenge

Kota Mati
Sutrisno Budiharto

Di Tepi Sungai Amstel
Sitok Srengenge

Menoleh Ke Belakang
Maria Pakpahan

Wings
 Abraham Juang

Mencintaimu
Moyank

Catatan Musim Gugur Untuk Kekasih
Buat : AI  dari Najib Azca

Sitok Srengenge

Senja di champ d'elysses
Lily Glorida Nababan

Rakyat Tak Mungkin Merdeka 2
Sutrisno Budiharto

St James Park
B. Herry Priyono

di taman ini                
aku sering melihatmu
              di antara ribuan willow
yang menjulur ke danau
   mungkin itulah mengapa
aku suka pulang ke taman ini
karena seperti merasa             
                           dahulu kala, sebelum dilahirkan
                        kita sama-sama tinggal di sini
                     bersama danau, itik, dan angsa
                     daun, bunga, dan rahasia      
                                                                     jauh sebelum diam
                                                                              terjatuh ke dalam kata.
London, 1995

Patung Penari
Arie MP Tamba

Dimana Tuhan Menyimpan Cinta
Alkarna

Tentang Hujan
Alkarna

Bukan Kerja Akhir Pekan
J.J. Kusni

crematoruim scene
Ikun Eska

merindu
Alkarna

Di Hamburg Sepi Menghambur
Sitok Srengenge

Semangkuk Sereal Untukmu
T.S. Pinang

Si Singamangaraja
Ari Minggu Tamba

Letug Yang Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing
J.J. Kusni

Malam Menyergapmu
Ghassan Zaqtan
Sitok Srengenge

Menanti Kelahiran (:gelegar carnellian talenta)
Ari Setya Ardhi

Kemerdekan Tak Membisukan Memori
Selma Hayek

Menatap Luka
TS Pinang

Reportase Sunyi
Edwin

Hening Ternyata Teman
R.S.W.

Sitok Srengenge
Kesiur Musim Gugur
Antonia Logue

Imaji Harapan
Edwin

Sajak Protes
Dewa Gumay Lembak

Senja di Buchenwald
Selma Hayek

The discovery of the lost paradise
M Najib Azca

Anak Perempuanku Belum Pulang
Selma W. Hayati

Lagu Nostalgia
T.S. Pinang

Purnama
Ayik Sadat

Stasiun Cikini
Qizink La Aziva

  Berkatalah Tjoet Nyak Dien
Selma W. Hayati

Verde dan Ngatimo
Elisabeth Bebeth Sulistio

Prasasti Kelahiran
T.S. Pinang

Duesseldorf
Lily Nababan

Ini Bukan Puisi
Qizink La Aziva

sajak Berlin
Lily Glroida Nababan

Entah
Hendri Kremer

Musikalisasi Cinta
Moyank

Persembahan
Qizink La Aziva

Di Luar Angkasa
Pedje

Setelah Kau Pergi
Novy Noorhayati Syahfida

Kembali Pulang ke Taman
Bungarumputliar

Ayat-ayat Waktu
Pedje

Hutang-hutang Yang Tak Kunjung Tumbang
Amir Ramdhani

Para Presiden Nusantara
Luqman Hakim

Beberapa Ponsel Mengajaknya Makan Siang
T. Wijaya

Lipstik Plastik Motor
Amir Ramdhani

Hujan Bulan Juli (1)
Ucu Agustin

Mencari Rumah: Perjalanan (1)
Sutrisno Budiharto

Hiiikayat Buyat 1
Syam Asinar Radjam

Syukur
Hendri Kremer

Pemandangan Senja, 1
Pedje

Melukis Garis Merah
Dino F. Umahuk

Sesal (Persetubuhan Ini...)
Novy Noorhayati Syahfida

Kebun Ide
Ucu Agustin

Pelangi
Mia Singgih

Doa Seorang Serdadu Usai Tsunami
Dino F. Umahuk

Duh Gusti
Hayat

Jihad
Gendhotwukir

Jakarta 2003
Pedje

Episode Penyair
Amir Rhamdani

Koper Lama
Buruli

Penghuni Laut
Jajang R. Kawentar

Kintamani
Laura Paais

Remuk
Ken Fitria Indrawardani

Musim dan Kamu
Mia Singgih

Dyah Nyiur, Anak Perempuan Kami
Syam Asinar Radjam

Tragedi Pembunuhan Kenangan
Gendhotwukir

Tak Ada Puisi Hari Ini
Novy Noorhayati Syahfida

Sajak Kesepian
Gendhotwukir

Bagaimana Harus Kulukis Sungai
Amir Ramdhani

Salju
D. Hasanudin

Eiffel
Laura Paais

Hujan Yang Tak Sempat Kita Keringkan
Amir Ramdhani

Hampir Saja Kau Bunuh Kupu-kupu
Bungarumputliar

Tonil Manusia-Manusia Sampah
Gendhotwukir

Di Jalan Mimpi Kita Kembali
Ken Fitria

Blues Guevara
Gatot Arifianto

Kutelisik Cerita Seonggok Batu
Dewa Gumay

Sandal Jepit Kuning
Mia Singgih

ia ingin tinggal sebentar
Hery Sudiyono

Ishazara – Wanita Falujjah
Elmi Zulkarnain

Sajak Kesepian
Gendhotwukir

Suluk Transisi
Gatot. Arifianto

Setetes Harapan Di Akhir Perjalanan
Feri Hendriyadi

Pada Rumah Tua
Moyank

Adakah Kau Rasakan Gundah Itu?
Teguh S. Usis

Tangisan Setetes Darah
Dewi Penyair

Di Muka Kathedral
Gendhotwukir

Sajak Buat Gadis Kecilku
Teguh S. Usis

Fajar di Bibir Ngarai Sianok
Feri Hendriadi

Bos, Saya Berhenti Menggergaji Batu
T. Wijaya

Stasiun Kota
Amir Ramdhani

ia hanya
Hery Sudiyono

Mengiring Jenasah
Gendhotwukir

Burung Jiwa
Moyank

Kulalui
Ria Simanjuntak

jika sepi itu
Ken Fitria

Saat Ingin Kau Ada
Dewi Penyair

Pemimpin Perang Memimpin Negara
M. Arpan Rahman

Kafilah 1
Herry Sudiyono

Total Kriminal
Amir Ramdhani

Aurora Kemarahan
Gendhotwukir

Revolusi, Gatot Arifianto

Ritual Hidup, Dewi Penyair

Tubuh Cahaya, Moyank

Setangkai Puisi Di Malam Bulan Separuh, Andhika Mappasomba Baso Alang

Sebuah Kata, Herry Sudiyono

Pada Sebuah Hujan, Gatot Arifianto

Kesunyian Feri Hendriyadi

Gerimis di Rongga Tulang - E.M. Yogiswara

Mak, Kutuk Aku Jadi Orang Kaya, Bambang Saswanda

sebuah kata, Herry Sudiyono

Pertaubatan, Bambang Saswanda

3 Menit Menjadi Cinta, Multama Nazri HSB

Badai Anak Nelayan, Bambang Saswanda

Embun Bandung, Rama Yunalis Oktavia

Meong Pada Bu Haji, Multama Nazri HSB

Gie, Rama Yunalis Oktavia

Habis Cerita, Moyank

Ritual Suci, Gendhotwukir

Setan, Dimanakah Malaikat? Rama Yunalis Oktavia

Nganggur, Amir Ramdhani

Kota Yang Sepi, Dinar Emilda

Tentang madu, kumbang, dan bunga yang hanyut, Bambang Saswanda

Katamu, Ganjar Sudibyo

Di Sini, Dewi Penyair

Pituah Lelaki Rambut Wangi pada Malam Puisi Bambang Saswanda

maka kelam akan pulang kepada matahari
di mana
ia
tiada

Herry Sudiyono

Diet Lamunan Berat
Ganjar Sudibyo

Perpisahan, Gendhotwukir

Untuk Jalan yang Sedang Dibaca, Bambang Saswanda

Ku Kepadamu, Dewi Penyair

Simpai Terlepas, Rama Yunalis Oktavia

Menjemput Ramadan Presiden Hayat

Pak Kari Pemimpin Kampung Kami Yudistio Ismanto

Untuk Gambaran Doamu Dewi Penyair

Sehabis Hujan Rumah Kita Rambang Saswanda Harahap

Neraka level 13 Presiden Hayat

Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu Suhendri Cahya Purnama

Labirin ibukota - Gendhotwukir

Orang-orang Sisa Kekalahan Dieqy Hasbi Widhana

Obrolan Mayat-mayat Presiden Hayat

Lelaki Gelisah Mengeja Nafas, Dieqy Hasby Widhana

Salah Siapa Mohamad Ulil Albab

Indonesia Satu, Dua, Tiga Yudistio Ismanto

Negeri Di Balik Purnama Suhendri Cahya Purnama

Aku Rama Yunalis Oktavia

Di mana kau hujan Mohamad Ulil Albab

Beri Aku Detakmu Suhendri Cahya Purnama

Khaidir Idrus F Shahab

Teluk Jayakatera Amir Hamzah (1941) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Pasar Ikan Bahrum Rangkuti (1948) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sindang Laut Ajip Rosidi (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sampur Sugiarta Sriwibawa (1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Merindu Purnama Suhendri Cahya Purnama

Senja di Tanah Abang M. Hussyn Umar (1953)

Kepada Jakarta Ajip Rosidi (1955)

Sepanjang Gunung Sahari Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ciliwung yang Manis W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ciliwung W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sungai Ciliwung Yang Miskin Slamet Kirnanto (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Aku Berkisar Antara Mereka Chairil Anwar (1949) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ibukota Senja Toto S. Bachtiar (1951) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Galau - Presiden Hayat

Lagu Jakarta - Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Jakarta - Sitor Situmorang (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Suara - Toto S Bachtiar (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Setangkai Daun Bodhi - TranzCuk Riomandha

Tuti Artic -Chairil Anwar (1947) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kamar - Toto S Bachtiar (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Surat Cinta Endaj Rasidin - Ajip Rosidi (1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta - W.S. Rendra (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Autumn Leaves - Idrus F Shahab

Getah Malam Dodong Djiwapradja (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Malam Terang di Jakarta Sobron Aidit (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ariel 1 Bernando J Sujibto

Bulan Kota Jakarta W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Dengan Dua Gadis S.M. Ardan (1952) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Potret Diri - Ajip Rosidi (1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kalangan Ronggeng - W.S Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Doger Ajip Rosidi (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Gadis Peminta-minta Toto S. Bachtiar (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Dunia Sebelum Tidur Toto S. Bachtiar (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Jauh Malam di Pasar Matraman Sobron Aidit (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Hikayat Luka Tosca Santoso

Fragmen Harijadi S. Hartowardojo (1953) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kawanku dan Aku Chairil Anwar (1943) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sajak Pandak Tentang Negeri - Syam Asinar Radjam

Rindu - Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Tangan Dalam Kelam - Toto S. Bachtiar (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Cikini Raya - Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Dari Dukuh-Krakatau - Wing Kardjo (1958) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Selamat Tinggal, Kucium Sapardi Djoko Damono (1964,) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Hampa Sang Agung Murbaningrad (1952) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu Elfira Arisanti

Anak Sumbawa Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Hampa Bahrum Rangkuti (1946) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Risau di Rumah Sakit Cikini untuk dr Sinaga - Ramadhan K.H. (1972) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar (1950) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Nevermore - Wing Kardjo (1959) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Siapakah Laki-laki Yang Rebah di Taman Ini Goenawan Mohamad (1964) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Tangan-tangan Lapar - Dodong Djiwapradja (1959) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Silhuet - Taufiq Ismail (1965) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Jembatan Dukuh - Ajip Rosidi (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sketsa Jakarta - Mansur Samin (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Pesan Pencopet Kepada Pacarnya - W.S. Rendra (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Catatan Harian Seorang Demonstran Slamet Kirnanto (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sebuah Jaket Berlumur Darah Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Tekad - Mansur Samin (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Demonstran - Wahid Situmeang (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Depan Sekretariat Negara - Taufiq Ismail (1966), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Benteng - Taufiq Ismail (1966), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Risjwijk 17 - Taufiq Ismail (1966), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Surat Buat Pa Said - Ajip Rosidi (1956), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Yang Terempas dan Yang Luput - Chairil Anwar (1949), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Nafiri Ciputat - Bahrum Rangkuti (1969), Djakarta Dalam Puisi Indonesia

 

 

ceritanet©listonpsiregar2000