ceritanetsitus karya tulis, edisi 195 kamis 100819
ikut mailing list
tentang ceritanet
“Saya menunggu kamu disini?” kata saya dalam hati untuk kesekian kalinya. Saya terdiam dan menunggu di sebuah bangku di suatu sisi kota yang lautnya ia jadikan petunjuk jalan keluar. Kali ini untuk kesekian kalinya di tiap tahun saya menunggu. Menunggu sang kekasih atau siapapun namanya yang menancapkan busur-busur cinta dihati saya. Saya terluka namun candu asmara menyembuhkan dengan kelembutan dan lambungan itu. Saya yang Lalu, Dia yang Sekarang dan Kamu Aminatul Faizah Bulan sebentar lagi jatuh di sajadah Disajikan Agar dipunguti orang-orang yang merunduk merendah Yang membela orang-orang kalah Kunang-kunang pun mengirim terang bagi jiwa-jiwa yang ingin bebas Terbang mengikuti-Nya Menjemput Ramadan Presiden Hayat Epilog Tak ada maling dalam Ustadz dan Maling, jika deskrispinya seperti di koran maupun televisi: seseorang yang mengambil barang milik orang lain dan tertangkap lantas dihajar habis-habisan oleh massa sebelum diserahkan ke polisi, seandainya belum mati.. Tapi di banyak negara -termasuk di Indonesia- banyak maling yang tidak tertangkap dan justru berteriak maling. Maling yang muncul dengan kostum dan penampilan rapi, sopan bahkan religius dan mengambil yang bukan miliknya. Ustadz dan Maling Imron Supriyadi
“Saya menunggu kamu disini?” kata saya dalam hati untuk kesekian kalinya. Saya terdiam dan menunggu di sebuah bangku di suatu sisi kota yang lautnya ia jadikan petunjuk jalan keluar. Kali ini untuk kesekian kalinya di tiap tahun saya menunggu. Menunggu sang kekasih atau siapapun namanya yang menancapkan busur-busur cinta dihati saya. Saya terluka namun candu asmara menyembuhkan dengan kelembutan dan lambungan itu. Saya yang Lalu, Dia yang Sekarang dan Kamu Aminatul Faizah
Bulan sebentar lagi jatuh di sajadah Disajikan Agar dipunguti orang-orang yang merunduk merendah Yang membela orang-orang kalah Kunang-kunang pun mengirim terang bagi jiwa-jiwa yang ingin bebas Terbang mengikuti-Nya Menjemput Ramadan Presiden Hayat
Epilog Tak ada maling dalam Ustadz dan Maling, jika deskrispinya seperti di koran maupun televisi: seseorang yang mengambil barang milik orang lain dan tertangkap lantas dihajar habis-habisan oleh massa sebelum diserahkan ke polisi, seandainya belum mati.. Tapi di banyak negara -termasuk di Indonesia- banyak maling yang tidak tertangkap dan justru berteriak maling. Maling yang muncul dengan kostum dan penampilan rapi, sopan bahkan religius dan mengambil yang bukan miliknya. Ustadz dan Maling Imron Supriyadi