sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar

edisi 9, Rabu 4 April 2001

ceritanet
situs nir-laba untuk
karya tulis

 

laporan Russell Crowe=Marlon Brando Baru
Lenah Susianty

Hadiah ulang tahun yang datang lebih awal. Mungkin itulah arti penghargaan piala Oscar untuk aktor terbaik tahun ini bagi Russell Crowe yang merayakan hari jadinya ke 37 tanggal 7 April lalu. Kemenangan aktor asal Selandia Baru ini diraihnya untuk perannya sebagai Maximus Decimus Meridius di film blockbuster Gladiator. Maximus Meridius adalah seorang jenderal Romawi yang dipercayai dan disayang oleh kaisar Marcus Aurelius yang sakit-sakitan, namun seorang putra kaisar Aurelius iri hati padanya serta memerintahkan agar Maximus dan keluarganya dibunuh. Maximus berhasil lolos dari kematian namun tak bisa menghindarkan diri dijual sebagai budak. Akhirnya ia menjadi seorang gladiator yang ganas dan berusaha membalas dendam.

Peran sebagai gladiator seperti ini tidak datang setiap hari, demikian tutur Russell Crowe kepada USA Today. "Lagipula film ini mengandung hal-hal yang penting dibicarakan seperti intrik-intrik politik dan persekusi keagamaan," kata Crowe mengenai film yang dibuat dengan biaya tak kurang dari 100 juta dollar Amerika itu. Dan memang tak sia-sia Crowe bermain habis-habisan di Gladiator, termasuk dengan harus rela mengalami cedera dan patah tulang kaki. Walau tentu cedera dan patah tulang itu tak masuk dalam skenario sutradara Ridley Scott.

Walau begitu kemenangan Crowe rasanya memang tidak begitu mengejutkan bagi pecinta layar lebar yang sudah lama mengikuti jejak langkahnya di dunia sinematografi. Sejak bermain dengan gemilang di L.A.Confidential sebagai seorang polisi Los Angeles di tahun 50an yang harus berhadapan dengan kebudayaan korupsi, Crowe mulai dilirik banyak sutradara Hollywood walau sebenarnya ia sudah mulai beraksi di layar perak sejak awal 1990 an.

Tahun 1992 ia mendapatkan penghargaan aktor pembantu terbaik dari Institut Film Australia atas perannya sebagai seorang pencuci piring yang bersahabat seorang buta di film Proof. Tahun 1993 ia memainkan peranan yang mungkin sulit dilupakan banyak orang sebagai anggota skinhead Nazi yang sadis dalam film Romper Stomper yang kontroversial. Sejumlah film lain juga mencatat kecantikan aksi panggungnya, namun yang mungkin mencolok adalah The Insider film yang dibuatnya bersama Al Pacino di tahun 1999. Dalam film yang bertutur tentang dunia jurnalistik ini, Crowe mendapatkan peran sebagai 'orang dalam' atau the insider yang membocorkan rahasia satu pabrik rokok di Amerika. Crowe di sini tampil sangat beda sehingga mungkin banyak orang tak mengenalinya.

Namun dari film-filmnya ini sudah jelas terlihat kemampuannya memainkan berbagai watak dan peran yang berbeda. Dan ini bedanya Crowe dengan banyak aktor Hollywood lainnya. Saingan Crowe dalam pertarungan Oscar tahun ini, Tom Hanks, misalnya, acap kali memainkan karakter manis dan streotip. Sulit membayangkan Tom Hanks muncul sebegai sosok lain.

Dalam kehidupan sehari-hari Crowe juga memang dikenal sebagai aktor yang cuek dan bersikap tidak manis seperti kebanyakan tokoh yang diperankannya. Ia banyak disebut sebagai orang yang kasar dan tidak tahu sopan santun. Ia pernah meninggalkan begitu saja wartawan dari harian bergengsi The New York Post saat wawancara sedang berlangsung. Alasannya? Wawancara itu, menurutnya, membosankan.

Karakter lain Crowe yang lain adalah keras kepala dan cepat naik pitam. Beberapa kali ia berkelahi dengan sesama aktor dan bahkan pernah menodongkan pistol kepada seorang stylist di tengah pembuatan film. Alasannya? Crowe ingin permintaannya segera dituruti.

Walaupun begitu dalam soal kerja, Crowe mengaku sebagai orang yang terobsesi dengan pekerjaannya dan selalu bekerja keras. Tak heran jika piala Oscar jatuh ke tangannya tahun ini. Dan karena kualitas permainannya serta gaya sehari-harinya itu lah ia kini disebut sebagai Marlon Brando baru di Hollywood.
***

situs nir-laba untuk karya tulis
ceritanet

kirim karya tulis
©listonpsiregar2000

sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar