ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis              edisi 99 senin 25 april 2005,  po box 49 jkppj 10210

sajak Musim dan Kamu
Mia Singgih

Ketika bunga-bunga mulai bersemi
Kelopak demi kelopak merekah menghirup napas surga
Burung dan kupu berkejaran menyambut sang surya
Lalu kamu berkata
Seandainya saat itu waktu bersahabat dengan kita
Mungkin degup di dada menyatu tak hanya sementara

Ketika alam dibasuh terik matahari
Lebah dan kumbang bercanda hangat penuh tawa
Angin musim panas semilir sejuk membelai manja
Lalu kamu menggoda
Aku dan kamu tenggelam dalam kecamuk rasa
Kita dan luka bersetubuh dalam keringat cinta

Ketika musim gugur menghampiri
Helai demi helai dedaunan jatuh tak bermakna
Tetes hujan dan deru badai berlomba menerpa
Lalu kamu tak menyapa
Rayuan dan cumbuan kata terdiam seribu bahasa
Ungkapan rindu dan sayang memudar dalam tanya

Ketika salju menyentuh bumi
Pucuk rumput hijau bersembunyi di balik kebekuan senja
Berselimutkan rintihan perih dalam kebisuan alam semesta
Lalu aku bertanya
Kamukah yang menyapaku di sela-sela cahaya temaram?
Atau aku terbius khayalan dalam mimpi indah semalam?
maret '05

Putik Salju

Lukisan itu belum lagi selesai
Cat airnya pun belum mengering
Di atas meja kerjaku masih terbaring
Setumpuk lainnya yang terbengkalai

Kuangkat mataku mencuri pandang
Menembus jendela berkaca bening
Musim dingin di hari yang hening
Sekuntum senyum menerawang

Si putik salju telah menyeruak
Menepuk pundak alam sekitar
Menembus kebekuan pagi bersinar
Mengangguk tersipu gemulai menyibak

Tarian angin memikat putik melambai
Melantun senandung rayuan musim semi
Lekaslah datang memijak hamparan bumi
Seanggun secantik gadis rambut terurai

Senyum di kulum kepala tertunduk
Lukisan itu menyapa menatap tajam
Tak kan kubiarkan engkau tenggelam
Di keharuman sukma dalam merasuk
feb'03

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

tulisan edisi 998

memoar Yang Mau Berdamai
Eliakim Sitorus

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000