ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis             

sajak Remuk
Ken Fitria Indrawardani

ini yang kumiliki
sisa-sisa rindu yang tertinggal
dan masih sempat kuselipkan
di bidang dadamu malam itu
24032005

Sajak Sepi
ku kurung jiwa dalam sepi
jauh di sudut hati
ku jejal mulut dengan gumam
sebuah nama
entah dengan kau
ku kurung jiwa dalam duka
lena ku di surga senja
entah dengan kau

ku hantar jiwa menepi di bibir pantaimu
tapi
entah dengan kau
22032005



edisi 98 jumat 15 april 2005,  po box 49 jkppj 10210


Luka
jalanan masih datar dan kaku
ketika kutemui peluhmu luruh malam itu
entah duka atau suka yang kau suguhkan
aku tak banyak tahu
kau beriba sendiri pada luka
luka yang kau rasa sejak aku ada
kau peluk aku penuh rindu
pulang berjuang demi aku, katamu
bunda, apakah waktu menjanjikan sesuatu?
masih lekat kutatap gerat-gerat sayu wajahmu
bunda, apakah aku masih lukamu?
07032005

Terimakasih
aku pasrah pada matahari
yang telah renggut indah mimpi-mimpi
diam-diam kudekap bayang sendiri
sambil kukecup lekat kelopak melati

duh Gusti,
terimakasih aku belum mati
28022005

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

tulisan edisi 98
laporan Juaro, Kekerasan di Tepi Sungai Musi
Ronny Nova

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000