ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis              edisi 97 senin 45 april 2005,  po box 49 jkppj 10210

sajak Kintamani
Laura Paais

anak malang,
kenapa dingin kau timbun begini banyak
padahal selimut yang kutisik belum lagi jadi
mana bisa aku hangatkan jarimu

Salatiga
:hutan kecil asrama susteran

aku merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhan
mengapa ada yang luluh lantak
selesai mendadak
aku merasa diam-Nya membikinku kelu
mengerti tidak mengerti
keras lembutnya Tuhan sama dahsyatnya
makin ke sini
manusia makin berkilah
padahal tak tahu masa
asa pun serapuh rumput
aku merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhan
mengapa?
jadi kutelan semua pertanyaan
dan membuangnya di jamban
(libur lebaran-Salatiga 2004)

Vught
: kamp konsentrasi

keterasingan menghampiriku
tanpa siapa-siapa
hanya papan peringatan
sungai dingin yang angkuh
dan bunyi udara mendengung

aku teruskan berjalan
menelan ludah mencerna kejadian
sebetulnya tak perlu
karena aku hanya singgah
dan tak ingin membawa apa-apa dari sini

suara alam berlomba mengisi sanubari
sia-sia ditepis
masuk terus tanpa permisi
aku menatap sungainya, daun-daun dan pohon-pohon
jiwa hati mata benak tubuh yang sudah tamat
namanya pun hilang samar-samar
***

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

tulisan edisi 97

memoar Srr...tik tik dan Buku Pelajaran Bahasa Indonesia
Mula Harahap

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000