ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis              edisi 96 jumat 25 maret 2005,  po box 49 jkppj 10210

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak
(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960)

Di kereta empatbelas ada beberapa tawanan kerja-paksa. Bersama mereka adalah Voronyuk, si pengawal. Tiga orang terpencil dari yang lain-lain, yaitu Prokhor Pritulyev, bekas kasir pada toko anggur pemerintah di Petersburg, yang dijuluki 'tukang uang,' Basyya Brykin, seorang anak muda berumur enam belas tahun yang menjadi magang pada perusahaan besi; dan Kostoyed Amursky, seorang revolusioner dari partai kerja-sama buruh, yang dibawah permerintahan lama telah masuk segala penjara dan kini akan berkenalan dengan penjara pemerintah baru.

Kaum tawanan yang ketika ditangkap masih belum kenal satu sama lainnya, lambat laun mulai berkenalan. Ternyata bahwa si 'tukang uang' dan Vassya si magang, berasal dari daerah yang sama --Propinsi Vyatka dan juga bahwa kereta api akan melewati daerah itu.

Pritulyev berasal Malmys. Rambutnya dipotong pendek, ia bopeng, cebol dan buruk. Bajunya yang abu-abu menjadi hitam oleh keringat di ketiaknya, adalah ketat bagai korset perempuan. Ia bisa duduk berjam-jam, tak berkutik bagaikan patung, dengan termenung menggaruk kutil-kutilnya di tangan sampai berdarah dan bernanah.

Beberapa bulan yang lampau pada suatu sorea ia jalan-jalan di Jalan Nevsky dan terlihat dalam kerusuhan milisi di sudut Jalan Lteyny. Ia harus memperlihatkan kertas-kterasnya dan ketahuan mempunyai buku distribusi kelas empat seperti yang diberikan pada penganggur-pengangggur, dan tak dapat dipakai untuk beli apa-apa. Itu sebabnya ia ditahan bersama bayak orang lain yang ditawan karena hal yang sama, lalu dikawal dan digiring ke tangsi-tangsi. Seperti kelompok yang terdahulu, kelompoknya akan dikirim untuk menggali parit-parit di medan perang Archangel, tapi di tengah jalan haluannya diobah dan dikirim ke Timur lewat Moskow.

Istri Pritulyev di Luga, tempat ia bekerja sebelum perang. Ia dengar tentang nasibnya dari orang lain dan lantaran disangkanya ia sedang berjalan ke Utara, iapun baru-baru ke Velogda (tempat pertemuan kereta api ke Archangel) untuk mencarinya dan mencoba membebaskannya. Tapi kesatuan itu tak jadi ke sana, hingga baginya sama saja dengan tinggal di rumah. Dewasa ini tak tahulah orang dimana letaknya segala soal.

Di Petersburg, tempat ia dipindahkan pada permulaan perang, Pritulyev hidup bersama seorang, Pelagia Tyagunova. Pada saat ia ditangkap, mereka sedang jalan-jalan dan baru saja berpamitan, si wanita untuk pulang, si laki-laki untuk memenuhi janji di tempat lain; dengan meninjau ke Jalatn Liteyny ia masih sempat melihat punggungnya sedang menghilang di tengah orang banyak.

Dia adalah wanita dari kelas menengah yang montok dengan sikap gagah, tangan indah serta rambut tebal yang dikelabang dan sekali-sekali disampirkan ke pundak sambil menarik nafas panjang. Pelagia ini sekarang ada dalam deresi, sebab atas kemauannya sendiri ia hendak mendampingi dalam perjalanannya.

Sulitlah untuk mengetahui apa yang menarik perempuan pada lelaki jelek yang menjemukan begitu, tapi mereka nyata-nyata melengket padanya. Dalam deresi lebih ke depan ada lagi temannya perempuan, Ogryskova, seorang gadis dengan tulang menonjol serta bulu mata putih yang entah bagaimana sampai dapat naik kereta api; oleh Tyagunova ia disebut 'si paruh' atau 'si moncong' dan diberi banyak nama lagi yang tak sedap.

Dua penyaing itu sangat bermusuhan dan saling menghindari dengan cermat. Ogryskova tak pernah muncul dalam deresi empat belas, sungguh suatu teka teki, bagaimana ia selalu berhasil berjumpa dengan sasaran nafasnya; tapi barangkali ia puas dengan melihatnya dari jauh saja, bila semua penumpang turun untuk membantu mengambil bahan bakar untuk lokomotif.
***

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

tulisan edisi 96
sajak Koper Lama
Buruli

sajak Penghuni Laut
Jajang R. Kawentar

ceritanet
©listonpsiregar2000