<%@LANGUAGE="JAVASCRIPT" CODEPAGE="1252"%> ceritanet

ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis      edisi 95 senin 14 maret 2005,  po box 49 jkppj 10210

memoar Ganyang Malaysia, Kenangan Masa Kecil
Mula Harahap
Saya rasa, buku "Bahasaku" yang kami pergunakan ketika belajar di SD dahulu, adalah buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang paling hebat di dunia. Saya berani mengatakan demikian, karena setelah empat puluh tahun berlalu, masih banyak hal dari buku tersebut yang melekat di kepala saya. Saya masih ingat nama-nama tokoh yang terdapat dalam bacaan buku tersebut. Tokoh yang pertama tentu adalah Amir. "Ayah Amir orang tani. Pagi-pagi benar ia telah pergi ke sawah...." selengkapnya

sajak Episode Penyair
Amir Rhamdani
tiba tiba saja semesta jadi hampa
segala hampa
manusia berubah jadi sepi
sepi gurau tawanya
sepi ocehannya
sepi suara hatinya
selengkapnya

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Tiap kali kereta berhenti, Tonya duduk tegak dengan hati-hati agar kepalanya tak terantuk plafon, lalu menengok ke bawah lewat rekah di pintu untuk melihat apakah ada gunanya keluar. Hal ini tergantung dari besarnya stasiun, dari berapa lamanya kira-kira berhenti dan sebagai akibatnya kemungkinan jual beli yang menguntungkan.Kesempatan adalah begini, Kereta api membangunkannya dari kantuk dengan berjalan lebih lambat.
selengkapnya

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

daftar buku
non-fiksi
The Anatomy of Fascism
Robert Paxton
(Penguin)

fiksi
Venus as Boy
Luke Sutherland
(Bloomsbury)

ceritanet
©listonpsiregar2000