sajak Episode
Penyair
Amir
Ramdhani
mengapa
penyair bersinar redup?
tiba tiba saja semesta
jadi hampa
segala hampa
manusia berubah jadi sepi
sepi gurau tawanya
sepi ocehannya
sepi suara hatinya
matahari jadi mati
bulan sekarat
tapi sebenarnya mati
segalanya bermuara pada
tapi
tapiku tapimu
tapi yang tak pernah bersatu
dan seharusnya kita satu perahu
tapi ke mana lagi kubawa engkau
jalanan sudah berdebu
april, 2004
Skhizoprenia
mau makan lapar makan mau lapar
orang kaya ada banyak pelit kaya
uang adalah daun yang rontok ke tanah
uang adalah ketombe yang gugur ke jidat
lalu tak sengaja kemakan ke mulut
mau makan lapar malah makan ketombe butut
mengapa suara itu lagi yang datang
suara yang katanya nasehat
tapi nyatanya cemooh bejat
aku telah menggergaji matahari
dalam diskriminasi bulan
bulan yang mengendap dalam sangkar
pergi ke psikiater tapi psikiaternya gila
aku dituduh gila padahal dia yang gila
obat apa ini apa
walau bukan narkoba
tapi bisa mengekang kinerja imajinasi
kau telan saja sendiri
lebih sedah aku muntah
19 april 2004
Orang Yang Pelan-pelan
Menyetubuhi Malam
orang yang pelan-pelan menyetubuhi
malam,
pelan-pelan langkah keongnya
terpelanting ke atas kasur lapuk
ruang-ruang yang tak berwaktu
menimpuk dunia dengan segenggam dusta
sedang, purnama telah penyok menjadi sabit
kalian telah mengobrak-abrik
kamar otaknya
kalian telah mengacak-acak isi lemari otaknya
barangkali kalian akan sampai di anak tangga ke 9
dengan membawa malam penuh murka
tapi koin-koin dendam telah terlanjur
dimasukkan ke dalam celengan hati
mei, 2004