ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis    edisi 95 senin 14 maret 2005,  po box 49 jkppj 10210

sajak Episode Penyair
Amir Ramdhani
mengapa penyair bersinar redup?

tiba tiba saja semesta jadi hampa
segala hampa

manusia berubah jadi sepi
sepi gurau tawanya
sepi ocehannya
sepi suara hatinya

matahari jadi mati
bulan sekarat
tapi sebenarnya mati

segalanya bermuara pada tapi
tapiku tapimu
tapi yang tak pernah bersatu
dan seharusnya kita satu perahu
tapi ke mana lagi kubawa engkau
jalanan sudah berdebu

april, 2004

 

Skhizoprenia

mau makan lapar makan mau lapar
orang kaya ada banyak pelit kaya
uang adalah daun yang rontok ke tanah
uang adalah ketombe yang gugur ke jidat
lalu tak sengaja kemakan ke mulut
mau makan lapar malah makan ketombe butut

mengapa suara itu lagi yang datang
suara yang katanya nasehat
tapi nyatanya cemooh bejat

aku telah menggergaji matahari
dalam diskriminasi bulan
bulan yang mengendap dalam sangkar

pergi ke psikiater tapi psikiaternya gila
aku dituduh gila padahal dia yang gila
obat apa ini apa
walau bukan narkoba
tapi bisa mengekang kinerja imajinasi
kau telan saja sendiri
lebih sedah aku muntah
19 april 2004

Orang Yang Pelan-pelan Menyetubuhi Malam

orang yang pelan-pelan menyetubuhi malam,
pelan-pelan langkah keongnya
terpelanting ke atas kasur lapuk
ruang-ruang yang tak berwaktu
menimpuk dunia dengan segenggam dusta
sedang, purnama telah penyok menjadi sabit

kalian telah mengobrak-abrik kamar otaknya
kalian telah mengacak-acak isi lemari otaknya
barangkali kalian akan sampai di anak tangga ke 9
dengan membawa malam penuh murka
tapi koin-koin dendam telah terlanjur
dimasukkan ke dalam celengan hati
mei, 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau)
Bekerja

tulisan edisi 95

memoar Ganyang Malaysia, Kenangan Masa Kecil
Mula Harahap

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000