ceritanet    
 edisi 90 jumat 7 januari 2005,  po box 49 jkppj 10210a                                               situs nir-laba untuk karya tulis     


tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau) Bekerja

tulisan edisi 90

renungan Hari ini Kita Mengurai Kecemasan
Taufik Wijaya

ceritanet
©listonpsiregar2000


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak
(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960)

Berhari-hari dua orang itu menghilang dalam kantor-kantor pemerintah untuk mengejar surat-surat perjalanan serta mencatatkan rumah hingga mereka dapat memakainya kembali setelah pulang ke Moskow nanti; dan selama itu Tonya mengatur segala milik keluarga.

Sambil jalan kian kemarin dalam tiga kamar yang kini resmi diserahkan kepada keluarga Zhivago itu, ia dengan wajah pilu menimbang-menimbang dua puluh kali dalam tangannya segala benda, juga yang terkecil, sebelum memutuskan hendak meletakkannya dalam tumpukan barang-barang yang akan dibawa. Hanya bagian kecil bagasi mereka dimaksudkan untuk keperluan pribadi; sisanya akan digunakan sebagai valuta dalam perjalanan dan selama minggu-minggu pertama setelah tiba.

Angin sepoi musim semi masuk lewat jendela terbuka dengan sekelumit bau roti yang baru dipotong. Di pekarangan jago-jago berkokok dan anak-anak main serta bersahut-sahutan. Makin banyak hawa dimasukkan, makin nyata bau kapur barus dari kopor-kopor terbuka, tempat menyimpan pakaian musim dingin.

Soal memilih barang-barang mana mesti dibawa atau ditinggalkan, ditentukan oleh teori yang mendalam, berdasar pada tinjauan orang-orang yang sudah berangkat lebih dulu yang mereka sampaikan pada kawan-kawan di rumah. Dengan dibatasi sampai sekedar dalid-dalil yang sederhana tapi serba penting, teori itu mengendalikan perbuatan Tonya, hampir seolah ada suara rahasia datang dari luar jendela bersama jerit-pekik anak-anak serta bunyi cicit burung-burung sriti, yang membunyikan instuksi kepadanya.

"Pakaian boleh leluasa," kata suara itu, "tapi bagasi dikontrol dalam perjalanan, jadi berbahaya, kecuali kalau dipaku agar nampak seperti pakaian. Segala macam alat keperluan, pakaian, terutama jas, asal tak terlalu rusak. Jangan bawa kopor atau keranjang (tak ada kuli); pasti jangan bawa apa-apa yang tak guna dan ikatlah semua menjadi bungkusan-bungkusan yang cukup kecil untuk dibawa perempuan atau kanak-kanak. Garam dan tembakau ternyata sangat berfaedah, namun mengandung resiko. Uang supaya uang kerenkas*. Dokumen paling sulit diselamatkan." Dan sebagainya dan sebagainya.
***

*kerenkas: Uang kertas diedarkan oleh pemerintah Kerensky