sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar

edisi 8, Rabu 21 Maret 2001

tentang ceritanet

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis


esei
Wajah Komnasham : Quangocracy
Maria Pakpahan
Quangos. Istilah ini saya dapati dari harian The Guardian Inggris, yang artinya kurang lebih secara etikal berarti kwasi (Quasi), autonomous (A), dan NGO (non governmental organization/Organisasi Non Pemerintah). Ini artinya tidak semata LSM tetapi berbagai institusi yang melihat dirinya bukan pemerintah. Jadi suatu badan yang anggotanya tidak dipilih oleh masyarakat umum tetapi pekerjaannya mencakup berbagai hal dan kepentingan umum. Singkatnya jenis pekerjaan yang dilakukan Quangos ini adalah publik bukan privat. Banyak sekali Quangos di Indonesia, dan memang tidak akan mengejutkan bila kemudian menimbulkan quangocracy, proses dimana quangos ini merajalela. Dalam sebuah demokrasi, mereka yang ada dalam QUANGOS ini seharusnya membuat tanggung-jawab dan tanggung-gugat di mata umum/publik juga. Masing-masing dari kita bisa melihat siapa-siapa yang mengatas namakan publik dan tidak melakukan akuntabilitas ke publik baik secara organizational/administrative, maupun finansial.
Selengkapnya

 

                       komentar pembantaian : Dari Mata Perempuan , Alasan Kosong


cerpen
Anak Saya Terjebak Jaring Laba-Laba
T Widjaja
Empat tahun lalu, anak saya lahir pada Jumat subuh. Proses kelahirannya normal. Seperti kelahiran anak Anda. Dia menangis keras. Dari jarak 235 kilometer, dia berbisik: Abah, saya melihat matahari yang redup. Saya melihat manusia memakan manusia. Saya melihat karbondioksida mendesak oksigen yang membuat manusia dan kambing kering bagai padang pasir. Lanjutnya, Abah apakah saya harus belajar dari semua itu. Jika benar, saya ingin pulang ke rahim ibu. Saya tidak mau masuk ke jarring laba-laba ini. Saya ingin membangun negara di surga. Para malaikat setiap saat akan menyanyikan tembang kemerdekaan. Sayangnya, setelah empat tahun, anak saya tidak dapat menolak hidup di negara ini. Janji manis setelah Soeharto jatuh, terus ditekuninya sebagai gambar-gambar robot dan kapal terbang. Ya, dia harus mengalami pembesaran, pelebaran, dan kematian.
Selengkapnya

 

esei Malaysia Meniti Bukit Terjal
Asep Setiawan
Berita tentang Anwar Ibrahim sekarang-sekarang ini tidak lagi seramai dulu, dan tekanan-tekanan yang ia hadapi juga tak lagi memancing aksi-aksi turun ke jalan. Padahal Anwar sedang bergelut melawan gangguan kesehatan. Seorang dokter spesialis dari kawasan Eropa --yang setelah perdebatan panjang dengan istri dan pengacara Anwar akhirnya diijinkan juga memeriksa Anwar-- menyimpulkan Anwar perlu berobat ke luar Malaysia, tapi pemerintah Mahathir Mohammad menegaskan fasilitas kesehatan di Malaysia sudah cukup. Anwar Ibrahim, yang pernah disebut-sebut putra mahkota Mahathir, terpuruk sendirian di ruang selnya. Sakit-sakitan. Tapi sebenarnya Anwar berhasil juga menabur benih-benih perlawanan, paling tidak Mahathir semakin meningkatkan tekanannya. Mahathir masuk ke stadium paranoid yang lebih akut.
Selengkapnya

 

novel Dokter Zhivago 8
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru

Peperangan dengan Jepang belum selesai, tapi dibayangi oleh peristiwa-peristiwa yang tak tersangka. Gelombang-gelombang revolusi menyapu bumi Rusia, masing-masing lebih besar dan luar biasa dari yang dulu-dulu,. Pada waktu inilah Amalia Karlovna Guishar, seorang wanita Rusia kelahiran Perancis dan janda seorang insinyur Belgia tiba di Moskow dari daerah Ural bersama dua anaknya --yang lelaki Roydon, yang perempuan Larissa. Ia masukkan anak laki-lakinya dalam akademi militer dan anak perempuannya dalam sekolah menengah wanita; justru di sekoah itu dan di kelas yang sama duduklah Nadya Kologrivova. Suami nyonya Guishar telah mewariskan adanya uang simpanannya yang jumlahnya mula-mula tambah besar, tapi kini mulai menurun. Guna mencegah kekeringan sumbernya dan juga agar ada yang dikerjaknannya, ia membeli perusahan kecil, yakni perusahaan pakaian Levitskaya dekat gapura Kemenangan* ; diperolehnya itu dari para ahli waris Levitskaya, beserta kemaian baik pemilik firma itu dan semua penjahit wanita dan para magangnya.
Selengkapnya

 

situs nir-laba untuk karya tulis
ceritanet©listonpsiregar2000


sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar