ceritanet                                              
   situs nir-laba untuk karya tulis                                              edisi 87 kamis 18 november 2004,  po box 49 jkppj 10210a


tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

proyek buku
Belajar dan (atau) Bekerja

tulisan edisi 87

sajak Pemandangan Senja, 1
Pedje

komentar Film, Antara Budget dan Kreatifitas
Harry Mulyawan

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)


ceritanet
©listonpsiregar2000


sajak Melukis Garis Merah
Dino F. Umahuk

Disini aku menagih rindu pada perempuan yang menyimpan purnama di matanya
Bulir-bulir kesetiaan menggelombang menghantamkan resah ke dinding hati
tanpa suara kecuali gelap lorong-lorong panjang sepi menghantar

disini aku menanti tanpa basa-basi
berdiri tegak mengaca diri tanpa lalu-lalang
janji adalah lautan ketidakpastian yang coba disemayamkan iblis ke dada malaikat
sedang aku termabuk-mabuk pada perempuan yang hanya menyisakan bayangan

Disini keyakinan adalah karena kita melukis garis merah, mengukur ruas iga dalam pekatnya harum birahi yang bertaut ketika menyelam ke balik keringat dan tanganku bermain di lapang ruas dadamu sambil menghentakkan rindu

Di ranum pinggulmu perempuanku, hidup telah aku selesaikan dengan pasti
Amboina, 201103, 14.00 WIT

Sajak Seorang Pelarian

Kurajut layar dari perahu karam Syaranamual
Walau di laut yang perawan ini
Kasih sayang telah hanyut
Jadi Puisi
Jadi air mata Kapitan Kakiali
Di Pantai Morella

Angin Barat
Angin dari pulau Seram
Angin datang dari Teluk Pattasiwa
Kupakai Buat Berlayar
Berlalu hingga jauh
Perahu berangkat

Dari pucuk pohon pala
Wahai rindu yang semerbak bunga cengkeh
Belahlah laut Banda sekarang juga
Biar moyang-moyang mengutukmu
Dengan kapata

Perahuku menjauh
Mimpiku meranggas
Negeriku bersimbah darah
ajal kembali mengintai
Dari parang anak cucu Pattimura

Ketika jenazah terakhir turun
Aku sudah sangat jauh berlayar
Yogyakarta, 300700

Ibu

Ibu…
Mimpi pasti membunuhku malam nanti
Ditanah pelarian yang begini jauh
Apakah doamu akan sampai ?
Ibu

***