ceritanet, situs nir-laba untuk karya tulis                                              po box 49 jkppj 10210
proyek buku memoar 2 Belajar dan (atau) Bekerja

Dengan terbitnya Keping Kenangan, kumpulan memoar orang biasa, ceritanet punya rencana menerbitkan kumpulan memoar jilid 2. Biasanya, seperti film-film Holywood, jilid ke 2 terkesan dipaksakan. Tapi ceritanet justru bertentangan dengan nafas Holywood, yang berbau selebriti, dan kumpulan memoar ceritanet memang agak memaksa secara halus, tepatnya membujuk, orang untuk menulis.

Jadi ada rencana untuk kumpulan memoar jilid 2.

Bedanya dari yang pertama, jilid 2 akan terfokus pada kenangan akan kerja dan belajar. Keduanya memang praktis melekat dalam kehidupan orang biasa di jaman modern, kecuali cucunya Ratu Elizabeth 2, mungkin, atau ahli waris Bill Gate, juga mungkin. Sedangkan orang biasa, ya harus belajar supaya kelak dapat kerja dan kelak pula mampu membiayai anaknya belajar, supaya si anak nanti kelak bisa mendapat pekerjaan. Begitulah umumnya siklus kehidupan.

Tapi belajar dan bekerja yang dimaksud ceritanet berada dalam konteks yang amat luas. Bukan sekedar di dalam kampus universitas atau dinding perkantoran; luas, lentur, dan lunak. Bisa dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Contohnya adalah setiap saya bertemu Carmel Budiardjo --tokoh LSM Tapol di London-- dan ngobrol tentang apa saja, saya merasa sedang belajar, juga tentang apa saja atau , mungkin, tentang siasat hidup. Carmel, saya yakin dia tidak tahu soal ini, jelas menjadi salah satu tempat saya belajar. Guru lainnya, tentu istri saya, Lisa --tapi bukanlah bermaksud untuk bercerita tentang cara saya belajar.

Maksudnya cuma mau menekankan bahwa intinya adalah belajar. Pengertiannya yang paling sederhana adalah kita mendengar, melihat, maupun meniru seseorang.

Begitu juga dengan pengertian bekerja. Seorang ibu rumah tangga --saya menuliskan ini dengan semangat netral-- bekerja penuh satu hari penuh dengan multi ketrampilan--dan saya menuliskan ini dengan semangat kagum. Atau ada yang berusaha mendapatkan pekerjaan formal di kantor selama bertahun-tahun, dan tak kunjung dapat jua.

Jelaslah ada banyak diantara orang biasa yang secara rutin berangkat ke kantor, duduk di mejanya, pulang ke rumah dan setiap tahun cuma mendapat kenaikan gaji sesuai angka inflasi resmi pemerintah. Atau seorang teman saya, di pekerjaan yang dulu, yang terkenal mengeluh setiap menit tentang pekerjaannya, tentang atasannya, atau tentang peralatan kerjanya, tapi toh dia tetap bekerja di tempat itu juga selama bertahun-tahun--walau saya dengar sekarang sudah dikeluarkan dan sedang menggugat secara hukum.

Satu lagi, untuk yang sudah punya anak bersekolah. Sebagai orang tua, sesekali kita sok membantu anak kita mengerjakan PR, atau bikin prakarya. Saya kadang frustasi, karena ternyata cara menghitung anak jaman sekarang berbeda dengan jaman saya dulu, juga frustasi karena ada beberapa yang saya tidak tahu jawabannya, dan sering pula saya yang akhirnya malah justru belajar dari anak saya, salah satunya dalam urusan dinosaurus.

Jadi memang ada banyak cerita kita, orang biasa, tentang belajar dan (atau) bekerja. Dan ikutilah proyek buku memoar 2, walau bisa dipastikan bakal tidak akan ada honor dalam bentuk uang. Ceritanet, seperti pengalaman dalam memoar 1, hanya mampu memberikan honor dalam bentuk buku.

Akhirnya tentu saja proyek nenoar ceritanet 2 ini baru akan terwujud jika naskah yang masuk memang mencukupi untuk diterbitkan sebagai buku. Jika tidak, maka naskah yang sudah sempat masuk akan dimuat di www.ceritanet.com.

Petunjuk Praktis

1. Pilih bagian yang mana dari seluruh proses belajar atau bekerja yang ingin anda ceritakan.
2. Ceritakan peristiwa itu berdasarkan kenangan
3. Ceritakan secara personal, seperti anda sedang bercerita secara lisan (curhat) kepada sahabat anda.
4. Karena kenangan, tidak usah kuatir kalau tidak terlalu faktual, walau fakta tetap jadi dasarnya. Kata-kata 'sepertinya, rasanya, seingatku, dsb' bisa digunakan untuk fakta yang diragukan.
5. Walau kenangan, upayakan tetap jujur berdasarkan ingatan.
6. Ditail-ditail amat membantu agar cerita jadi menarik. Misalnya, bukan sekedar rumah tua, tapi; 'yang atap sengnya sudah berwarna merah tua dan di dindingnya terlihat bercak-bercak bekas tepisan air hujan yang sudah kering.'
7. Coba gunakan perbandingan dengan situasi atau bentuk sekarang. Misalnya; 'Taman itu dulu sekedar ada saja, cuma rumput setengah kering dan beberapa pohon mawar yang kurus kering tidak terawat, amat beda dengan Taman di Monas yang megah dengan pagar tinggi berukir dan pohon yang subur.'
8. Jika bisa, masukkan unsur humor atau jenaka.
9. Intinya adalah menceritakan sebuah peristiwa dari kacamata personal.
10. Jangan bermaksud untuk sebuah pencapaian, walaupun pencapaian dan kegagalan tentu bisa juga diceritakan, tapi tetap dengan inti bercerita.
11. Jangan kuatir dengan kata-kata informal, jargon, atau bahasa daerah. Yang penting beri catatan kaki.
12. Juga jangan kuatir kalau tidak bisa bertutur secara mengalir, dan bisa digunakan sub-bab sub-bab.
13. Panjang tulisan bisa diabaikan, namun upayakan minimal 5 halaman Word sedang maksimalnya sepanjang mungkin.
14. Upayakan mengingat --atau riset-- tentang situasi besar saat itu, misalnya ketika jatuhnya Suharto, atau nilai rupiah sedang anjlok, atau AS sedang menyerbu Irak. Konteks seperti ini tidak mutlak perlu, tapi akan baik jika disertakan.
15. Beli dan baca Keping Kenangan, kumpulan memoar orang biasa
16. Penulis di Keping Kenangan 1 --mohon maaf sebesar-besarnya-- tidak diperkenankan ikut serta dalam proyek memoar ceritanet 2 karena semangatnya mengajak penulis-penulis baru. Kelak di jilid 3 akan diberi kesempatan lagi atau dimuat di www.ceritanet.com.

Kerangka Jadwal Waktu
*. mohon maaf terjadi penundaan dari jadwal awal

1. Tulisan masuk ke editor@ceritanet.com : Maret 2005 menjadi Juni 2005
2. Proses editing : April - Juli 2005 menjadi Juli - Oktober 2005
3. Proses cetak dan lay out : Agustus - September 2005 menjadi November-Desember 2005
4. Beredar : Oktober - November 2005 menjadi Januari 2006
***


tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

lihat
Keping Kenangan,
kumpulan memoar orang biasa

ceritanet
©listonpsiregar2000