edisi 84
senin 11 oktober 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tulisan edisi 84

sajak Percepatan Ruang
Arie MP. Tamba

esei Sungai Musi Bukan Pacarku
T. Wijaya

sajak Memento Mori
Hayat

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)

ceritanet
©listonpsiregar2000

   ceritanet  
          situs nir-laba untuk karya tu
lis   
   


sajak Kaca
Mia Singgih

Seandainya kaca itu bisa berucap
Masih perlukah perasaan bimbang
Tentang keberadaan sesaat?

Seandainya aku bersayap
Masih perlukah aku terbang
Meninggalkan pertalian yang erat?

Seandainya kaca itu tak retak
Masih perlukah aku mengenang
Serpihan-serpihan pilu menyayat?

Seandainya aku tak tersentak
Masih perlukah aku mengerang
Kesakitan yang singgah sekelebat?

Kaca ...
Pandanglah mata hatiku jauh ke dalam
Pungutlah pecahan-pecahanmu yang tajam
Yang menggores luka berdarah merah redam
Sebelum matahari turun tenggelam

Di kebisuan dan kegelapan malam
Apri 2002

Kangen Rudi

Tadi malam aku bermimpi lagi
Aku kangen, koq terus berulang
Tadi malam aku berdoa dengan hikmat
Aku kangen, koq enggak terucap

Tadi pagi aku terkenang lagi
Aku kangen, koq enggak pulang
Tadi pagi aku merenung sesaat
Aku kangen, koq enggak lenyap

Tadi siang aku berkebun lagi
Aku kangen, koq enggak datang
Tadi siang aku melihat seekor ulat
Aku kangen, koq enggak kamu tangkap

Sore ini aku menulis puisi lagi
Aku kangen, koq enggak hilang
Sore ini aku ingat pelukanmu yang erat
Aku kangen, koq enggak ada yang tetap

Dua tahun lalu kamu pergi
Aku kangen, koq enggak bilang
Dua tahun lalu kamu berangkat
Aku kangen, koq enggak siap

April 2003

Tinggalkan Senyummu di Sini

Tolong biarkan terbuka pintu itu
Tiba saatnya untuk melepaskan
Jangan menoleh lagi ke belakang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

Tolong hapuskan sisa luka di hatimu
Biar berlalu dengan waktu berjalan
Jangan mengusik jiwa yang tenang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

Tolong lupakan segala janji semu
Tak guna mengumbar secercah harapan
Jangan hiraukan lamunan menerawang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

Tolong bebaskan dari kepedihan beku
Hapuskan dendam yang masih tersimpan
Jangan berpaling dengan rasa bimbang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

Tolong abadikan tulusnya cintaku
Bak lukisan kasih berbingkai kenangan
Jangan berpikir aku tak lagi sayang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

Tolong sampaikan salam penuh rindu
Suatu saat kita pasti berpapasan
Jangan bersedih aku pasti datang
Cukup tinggalkan senyummu di sini

April 2004

*. .Mengenang Rudi P. Singgih