|
edisi 83
selasa 28 september 2004
tentang
ceritanet
sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku
kirim
tulisan
ikut
mailing list
buku
non-fiksi
Keping
Kenangan
editor Liston P. Siregar
(ceritanet)
|
ceritanet
situs
nir-laba untuk karya tulis |
komentar Pram
dan Hadiah Nobel
Z.
Afif
Seingat
saya pada tahun 1991 di Swedia terbit terjemahan Bumi Manusia Pramudya
Ananta
Toer dalam bahasa Swedia. Penterjemahnya seorang wanita keturunan Belanda
kelahiran Surabaya dan menetap di Swedia. Dia adalah ibu kandung pengarang
novel dan drama Agneta Pleijel, seorang Profesor bidang sastra dan
filsafat. Ketika itu dia menjadi Ketua Pen-Club Swedia. Saat itu sastrawati
Marianne Katoppo datang ke Swedia dan bertemu juga dengan Rondang Erlina
Marpaung, mantan wartawan Sulindo dan salah seorang redaktur Berita
Minggu di Jakarta sebelum kudeta militer atas pemerintah Sukarno.
selengkapnya
|
sajak Hujan
Bulan Juli (1)
Ucu
Agustin
Ada sepi menggeletak
pada bulir serpih titik hujan
Bidadari merangkul puisi
Malaikat alpa bermain gola
Segelas canda mengerinyut menjadi kabut
Sebait senyum menghampa dibidik awan...
Ah ini pasti cuma
hujan Bulan Juli
Menggamit mesra tanganku
Mengajari ketuk salsa kesepian
Mengajakku menyusuri lagi dingin hari
selengkapnya
|
sajak Mencari
Rumah: Perjalanan (1)
Sutrisno
Budiharto
Dulu,
sebelum matahari dilahirkan
aku tak tahu berada di mana
Sekarang, setelah darah dialirkan
aku tak tahu harus pergi kemana
yang aku lihat hanya jalan-jalan retak berdebu
dan wajah-wajah yang terasing
Dulu, sebelum darah
dialirkan
aku tak mungkin bisa terluka
Sekarang, setelah matahari dilahirkan
selengkapnya
|
|
fiksi
Paradise
A.L. Kennedy
(Jonathan Cape)
ceritanet
©listonpsiregar2000 |
novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Malam
gelap sekali. Di sekitar mereka gelap semata-mata. Hanya lingkaran kecil
cahaya dari lampu saku. Demina berloncatan dari angin salju yang satu
ke angin salju yang lain, empat lima langkah ke muka, lebih membingungkan
daripada menerangi jalan. Di sekitar mereka gelap melulu dan mereka telah
tinggalkan rumah, tempat banyak orang mengenal Lara, tempat ia sering
datang sewaktu gadis dan konon tempat Antipov, suaminya dibesarkan.
selengkapnya
|