sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar

edisi 7, Senin 12 Maret 2001

situs nir-laba untuk karya tulis
ceritanet

laporan Potongan Pembantaian
Liston Siregar

Peringatan : tulisan ini berisi seribu mayat lebih, utuh maupun terpenggal.

Seorang wanita warga Dayak yang sedang hamil tua dibunuh orang Madura, begitulah yang menyebar Minggu dini hari di pertengahan Februari. Saat itu masih tersisa ketegangan beberapa bulan sebelumnya, dari maraknya perkelahian pemuda Dayak dan Madura. Walau bentrokan sempat menyebar juga jadi perang antar suku, tapi mampu diredakan. Sementara.

Di bawah permukaan hidup rutin sehari-hari dendam rupanya sudah semakin matang. Jadi begitu ada cerita tentang wanita Dayak yang dibunuh, ditambah dengan bumbu-bumbu wanita itu sedang hamil tua dan janinnya diambil kemudian dibakar, sekelompok warga Dayak menyerang Keluarga Matayo, pendatang asal Madura. Empat orang tewas, satu luka-luka.

Cerita selanjutnya bergulir seperti pola-pola sebelumnya. Serangan balasan kelompok Madura diarahkan ke rumah yang dianggap jadi tempat bersembunyi pembunuh keluarga Matayo. Belasan rumah milik orang Dayak di sekitarnya dibakar. Serangan berganti lagi oleh orang Dayak. Sebuah bis yang membawa pengungsi Madura diserbu dan 118 orang Madura mati sia-sia, sebagian dipenggal --dan foto-foto tubuh serta kepala yang terpenggal menyebar ke seluruh dunia lewat email plus pernyataan menyedihkan atau mengerikan. Catatan resminya, kerusuhan seminggu itu melenyapkan 388 nyawa. Secara rata-rata --karena memang semua nyawa tiba-tiba saja menguap menjadi angka-angka semata-- dalam satu hari di Kalimantan Tengah pada pekan ketiga Februari Tahun 2001, 55,49 orang dibunuh. Mati.

Golongan Karya menggelar pentas musik dangdut di Sanggau Ledo dalam aksi kampanye menjelang Pemilihan Umum 1997. Bakrie, seorang pemuda keturunan Madura-Dayak, asyik berjoget dan mengajak joget seorang cewek Dayak. Seorang pemuda Dayak yang ikut menikmati pentas dangdut itu, Yukundus, mengingatkan Bakrie, yang dianggap sebagai orang Madura, agar bersikap lebih sopan dan jangan sampai memaksa-maksa. Namun Bakrie tersinggung, dan mengajak seorang temannya menghajar Yukundus, tapi Yukundus yang menang berkelahi.

Tiga minggu kemudian, malam Minggu tanggal 29 Desember 1996, Bakrie dan Yukundus bertemu lagi, juga dalam pentas musik dangdut. Malam itu Bakrie, yang datang bersama sembilan orang temannya, rupanya menganggap urusannya dengan Yukundus belum selesai. Mereka menyerang Yukundus dan abangnya, Akhim, dari belakang. Kali ini Bakrie di atas angin. Yukundus dan Akhim dibawa ke rumah sakit, terluka di bagian punggung dan perut. Malam itu juga, usai perawatan, keduanya boleh pulang. Tapi sudah sempat tersiar kabar Yukundus dan Akhim mati dibunuh orang Madura.

Sebenarnya lebih dari seabad sebelumnya, persisnya pada tahun 1884, masyarakat Dayak mencapai kesepakatan yang disebut Perdamaian Tumbang Anoi. Ada tiga keputusan penting yang tercakup, yaitu dihentikannya mengayau (potong kepala), dihentikannya perang antar suku, dan dihentikannya saling balas dendam. Namun serangan orang Dayak terhadap orang Madura, yang dipicu oleh perkelahian Bakrie dan Yukundus, sepertinya melanggar perdamaian itu. Disebut-sebut kalau mangkok merah dibawa berkeliling kampung sebagai panggilan perang. Disebut-sebut juga sejumlah kepala manusia ditancapkan di pagar-pagar besi.

Tanggal 18 Februari 1997, Mayor Jendera Zaki Anwar Makatim sempat mengumumkan korban jiwa mwncapai 300 dalam kerusuhan Sanggau Ledo, yang menyebar sampai ke Singkawang, Pontianak, dan ke dalam hutan-hutan di sekeliling Sanggau Ledo. Belakangan Jenderal Hartono menarik pengumuman itu dengan alasan jumlah korban jiwa tidak sampai pada angka 300. Sedangkan seorang pastor Katolik memperkirakan 1000 orang Madura mati dibunuh.

Malam Minggu, pertengahan April 2000, di Terminal Poso, Sulawesi Tengah, segerombolan anak muda bersenang-senang menenggak alkohol. Mabuk. Satu orang mengiris tangannya dan berteriak minta tolong karena mengaku diserbu anak muda dari kampung lain. Persoalan hilang malam itu dan besok paginya, tiga kampung menyerbu satu kampung. Tiga orng mati. Polisi menyatakan empat kampung yang terlibat ; Lambogia, Kayamanya, Bonesompe, dan Lawanga.

Tiga bulan kemudian sembilan mayat, yang tidak bisa dikenali lagi, ditemukan terapung di Sungai Poso. Semua mayat dalam terluka akibat tusukan, bacokan, maupun pukulan benda keras. Sebagian besar mayat diikat dengan kain hitam sedang di leheranya diikat kain merah. Polisi menduga sembilan mayat itu berasal dari Desa Sintuwu Lembo karena sejumlah warga desa sebelumnya itu diculik, dibunuh, dan kemungkinan besar mayatnya dihanyutkan ke sungai.

Di Padangmari, Desa Taipa, sekitar 95 kilometer dari Kota Poso, ditemukan 19 mayat pada Hari Minggu Tanggal 10 September 2000. Lima diantaranya diperkirakan tewas seminggu sebelumnya dan selebihnya kemungkinan besar sudah tertimbun selama tiga bulan. Temuan ini menambahkan data yang sudah terkumpulkan sebelumnya menjadi 146 mayat, dan 60 diantaranya ditemukan di Sungai Poso. Mayat lainnya ditemukan di sekitar Kelurahan Sayo, Kelurahan Mo'engko, dan Desa Malei. Bau Bangkai menyengat di sekitar tempat itu. Bangkai manusia.

Hari Raya Tahun 1999, saat semua umat Muslim di seluruh dunia merayakan kemenangan berpuasa, seorang anak muda bertengkar dengan supir angkutan umum. Kebetulan satu orang beragama Islam dan satu orang lagi beragama Kristen. Perkelahian biasa dan rutin antar kedua orang itu, yang kemungkinan tidak pernah ke masjid dan tidak pernah ke gereja, menular ke seluruh Kepulauan Maluku. Atas nama Islam dan Kristen, orang membunuh orang

''Cari, tangkap dan adili mereka, karena telah merusak persaudaraan antar uimat beragama, yang sudah baik terjalin. Peristiwa itu bisa menjadi pemecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa,'' kata Wiranto di depan tokoh masyarakat setempat di ibukota Propinsi Maluku oti, kemarin malam. Ia disertai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Letjen (PolP Roesmanhadi. (kutipan Kompas Sabtu 23 Januari 1999)

Api membubung di kawasan Gunung Nona, Pohon Pule, Jalan Am Sangaji, Perkampungan Paradise dan Jalan Sedap Malam di kota Ambon. Pertempuran antara warga Islam dan Kristen, atau Laskar Putih dan Laskar Merah, mulai marak sejak Minggu sore, di suatu tanggal Tahun 1999. Masing-masing pihak siap perang, bersenjatakan golok, tombak, bom molotov, dan senjata api rakitan. Sampai Senin pagi pertarungan terus berlangsung. Ledakan bom molotov dan rentetan senjata api aparat keamanan maupun senjata api peserta perang terus terdengar. Dua hari itu, Minggu dan Senin, 34 orang mati.

Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Mediasi Maluku mencatat 3.080 orang tewas dalam kerusuhan saling bunuh di Kepulauan Maluku sejak Januari 1999 hingga Oktober 2000. Itulah angka-angka yang dilaporkan kepada Presiden Abdurrahman Wahid di Bina Graha pada Hari Selasa Tanggal 6 Februari 2001. Data itu dikumpulkan Komisi dalam masa kerja mulai tanggal 19 Januari sampai 18 Desember 2000. Jadi, pengakuan Komisi, jumlah itu belum memasukkan 16 orang yang dibunuh dalam perang berkelanjutan tertangal 19 Januari 2001. Angka rata-rata ; 1 komisi = 1 laporan.


Hari Jumat tanggal 8 Desember Tahun 2000, hari baru saja dimulai, melewati pukul tujuh pagi. Di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Roni Rusmakara bin Amin, 49 tahun turun dari bis. Entah dari mana, dan oleh siapa, terdengar teriakan 'copet...copet... copet...' Seseorang mengejar Roni, dan massa beringas ikut-ikutan mengejar Roni yang menyelamatkan diri masuk ke dalam ruang peron. Pisau lipat yang digenggam Roni membuat petugas peron ketakutan dan lari keluar. Massa makin marah, menyeret Roni ke luar, menyiramnya dengan bensin dan membakarnya hidup-hidup. Roni mengerang kesakitan. Sampai mati.


Selepas tengah malam, 17 Januari 1999, seorang maling ayam tertangkap di sebuah kampung di Kabupaten Sambas. Maling ayam asal Madura itu dipukuli warga Melayu. Karuan saja orang Madura marah dan dua hari kemudian sekitar 200 orang Madura menyerbu kampung orang Melayu. Tiga orang mati. Suasana senyap sebentar, namun marak lagi karena ada orang Madura naik angkutan kota tidak bayar ongkos. Kernet angkot kesal dan melototi si penumpang yang tidak bayar itu, yang malah marah dan membacok si kernet.

Warga Dayak, yang punya cerita perseteruan sendiri dengan orang Madura, membantu Melayu menghabisi orang Madura tanpa pilih bulu. Pada sebuah hari saja, Kamis 18 Maret 1999, 33 orang mati di berbagai tempat di Kabupaten Sambas. Statistik akhir dari perang ini adalah 489 orang mati, 168 orang luka berat, 3833 rumah dibakar dan dirusak, 12 mobil dibakar,, 8 masjid dan madrasah dibakar, serta 29.823 orang Madura jadi pengungsi


Endang mendekati Vespa warna biru muda di sebuah tempat di Bekasi. Mesin Vespa menyala, Endang ngabur tapi terkurung massa. 'Bakar... bakar... bakar,' dan Endang disiram bensin, dibakar. Api dipadamkan. Endang dibawa ke sebuah rumah sakit. Pada sebuah Hari Jumat di sebuah tahun di sebuah tempat, satu orang dibakar dan mati di sebuah rumah sakit.

Tim Pencari Fakta DPR untuk kasus Banyuwangi menyatakan kasus pembunuhan dengan isu dukun santet sejak Januari hingga Oktober 1998 telah menewaskan 85 orang. Pelaku pembunuhan adalah aktor intelektual perorangan dan terorganisir, penyandang dana atau provokator, dan eksekutor. Latar belakang penyandang dana adalah pertikaian pribadi, balas dendam, pertikaian keluarga, ataupun perebutan jabatan kepala desa. Motivasi eksekutor adalah hasutan, balas dendam, dan dibayar. Kasus pembunuhan terjadi di Banyuwangi (50 kasus), Jember (17 kasus), dan Pasuruan (18 kasus). Yang mati karena aksi massa 51 orang, karena diduga ninja 23 oang, oleh orang tidak dikenal 7 orang, tidak jelas 1 orang, dan bunuh diri 3 orang. Tim Pencari Fakta pun mengakhiri tugasnya.

Di Jalan Ketapang Jakarta Pusat, mka seorang war dipu ka gi preman gl9k 34m-=# Warga ribut dengan sejumlah preman di daerah itu nfj h pio......... Menjelang pagi ratusan p gj enm pre fna Isu,kf 13 mati. Kmeny a situasi juga te Kup.....a /// ng NTT

Rengas Dengklok rumah s orang ket runan ... Ci a di b ksa tf. Wkatu i u seju nsd pee gf8ianv 00fj 1.... . ;/Aaf ps darah sdlf- .,cmfaofm............................................... Ka..akfwang perne as-jksn s,f /f'f.a;f.alfa f ,, ,,
ninja berka aspfj jtaomf mati di p e nggal__sfm jasksfja ..........................................................................................pr,o, fo jf.. da...,,r--------..a.............h'''''[[[((((( l
lkalpoi ''.,.ks pwenatajhjgwere,b[ia//////////////////////////////...................................................................-Error

Kerusakan bukan pada komputer anda

 

situs nir-laba untuk karya tulis ceritanet
 

kirim tulisan
©listonpsiregar2000

sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar