|
edisi 77
minggu 20 juni 2004
tentang
ceritanet
sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku
kirim
tulisan
ikut
mailing list
ceritanet
©listonpsiregar2000
|
ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
|
memoar
Ke
Timor Lorosae Aku Kembali
Titi
Irawati
Sabtu
pagi itu, 4 September 1999, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) Kofi Annan mengumumkan hasil referendum. Embun masih pekat ketika
aku bangun. Pagi itu kantor Yayasan HAK, sebuah organisasi hak asasi
manusia di Timor Timur yang berdiri sejak tahun 1996, lenggang. Teman-teman
masih tergolek di atas tikar di ruang pertemuan. Berbeda dengan hari-hari
sebelumnya, aku segera menyalakan komputer. Laporan untuk satu majalah
di Jakarta harus aku kirim siang ini. Saking seriusnya, aku tak menyadari
ketika Neves datang dan berdiri di sampingku. "Pagi-pagi jangan
terlalu serius," katanya sambil menyodorkan paun dan segelas kopi
panas.
selengkapnya
|
sajak
Hutang-hutang
Yang Tak Kunjung Tumbang
Amir
Ramdhani
kugaduhi
laci batinmu. sebuah laci yang selalu
terkunci. kau meletakkannya di pinggiran got.
aku ingin mengkampaki kuncinya dan membakarnya
di atas tumpukan sampah.
kugaduhi kardus bengis pembungkus
nyawamu.
tapi setiap kegaduhan berubah menjadi jebakan.
setiap pesan berubah menjadi ancaman.
got di mana kau meletakkan laci
itu,
selengkapnya
|
sajak
Para Presiden Nusantara
Luqman
Hakim
Presiden
pertamaku pandai bicara
Ngomongnya sambung-menyambung menjadi satu
Bukan penjual jamu bukan pula ratu ngegosip
Suaranya rangkai nusantara
Sayang,
Dia binasa tak dipercaya nusantara
Presiden keduaku tak pandai bicara
Bukan berarti tuna wicara
Ia presiden terduka
Duka luka kar'na terlalu erat genggam nusantara
selengkapnya
|
|
buku
non-fiksi
Kandahar
Cockney
James Fenton
(HarperCollins)
fiksi
Waiting for the Wild Beasts to Vote
Ahmadou Kourouma
(Jonathan
Cape)
|
novel
Dokter
Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
Rencana
Tonya telah diterima dan keluarganya menghuni tiga kamar di loteng paling
atas selama musim dingin. Hari Minggu dingin dan banyak angin, muram
akibat mendung salju yang besar-besar. Yury sedang libur. Api dinyalakan
waktu pagi dan tungku mulai berasap. Nyusha kerepotan dengan balok-balok
basah. Tonya yang tak tahu menahu tentang tungku, memberinya nasehat-nasehat
yang bertentangan. Yury yang tahu seluk beluknya, hendak campur tangan
tapi istrinya memegang bahunya dan mendorongnya ke luar dengan lemah
lembut. "Jangan ikut-ikut. Kau hanya menuang minyak ke dalam api."
selengkapnya
|