novel
Dokter Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan,
Maret 1960.
Memanglah macam-macam
peristiwa yang dialami Yury di persimpangan jalan dekat Jalan Perak.
Suatu malam dingin yang gelap dekat sebelum pertempuran Bulan Oktober,
ia menemukan seorang laki-laki yang menggeletak pingsan di jalan. Ia
melintang persis di trotoar, tangan dan kakinya menjulur, kepalanya
bersandaran tiang lampu. Waktu Yury hendak membangkitkannya, orang itu
mengeram dan menggumam beberapa kata, agaknya tentang buku catatan.
Ia tadinya diserang dan keramapasan. Kepakanya kena pukul berkali-kali
tapi Yury tidak menemukan tulang yang patah.
Ia pergi ke apotik
di Jalan Argat menelepon ke rumah sakut untuk minta kereta yang digunakan
dalam waktu darurat, lalu diangkutnya si sakit ke bagian kecelaakaan.
Orang yang luka-luka
itu ternyata pemimpim politik yang terkemuka. Selama sakitnya ia dikunjungi
Yury, maka bertahun-tahun kemudian ia bertindak selaku pelindungnya
dan menolongnya dari berbagai kesalah-pahanam orang padawaktu itu yang
berat diebebani syak-wasangka.
***bersambung