edisi 76
sabtu 29 mei 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

cerpen Anyir
Galang Jamparing
Ah! Omong kosong apalagi ini? Harian Nasional yang dari tadi tidak lepas dari pandangannya itu dibanting. Headline hari itu seperti merajam, mencabik-cabik harga dirinya sebagai tokoh yang selama ini diagung-agungkan kalangannya.'Orang Tak Lengkap Tak Bisa jadi Pemimpin Nasional' judul headline itu.Juragan Hanyir benar-benar marah. Emosinya menggelegak seperti lava gunung merapi yang meluap-luap. Kemarahan, sudah tidak cukup lagi untuk menggambarkan suasana hatinya saat ini. Selama ini, walaupun dia tidak lengkap sebagai manusia pada umumnya, tidak ada masalah atau mempermasalahkan dengan keberadaannya. Orang-orang di sekelilingnya masih mendengarkannya. Menganggung-agungkannya. Menghormatinya..
selengkapnya


cerpen Adil dan Cina
Farah Riziani Rahmat
Aku tidak menyadari bahwa sepasang mata telah mengikutiku sedari aku masuk ruang studio. Seorang kawan, Airin, berbisik: "Ila, hei sini…di sudut sana sana ada seorang yang akan kuperkenalkan. Ia sudah melihatmu sejak kau masuk…eh…jangan terlampau kelihatan kau melihatnya… Mari!" Belum sempat aku melihat, Airin menggandeng tanganku, atau lebih tepatnya menyeretku mendekati lelaki itu duduk. Aku terpana sejenak melihat lelaki itu dari jauh. Lelaki itu, wajahnya imut. Putih, rambut lurus dengan potongan rapi, berjaket merah.
selengkapnya

buku
non-fiksi

Kandahar Cockney
James Fenton
(HarperCollins)

fiksi
Waiting for the Wild Beasts to Vote
Ahmadou Kourouma
(Jonathan Cape)


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
Memanglah macam-macam peristiwa yang dialami Yury di persimpangan jalan dekat Jalan Perak. Suatu malam dingin yang gelap dekat sebelum pertempuran Bulan Oktober, ia menemukan seorang laki-laki yang menggeletak pingsan di jalan. Ia melintang persis di trotoar, tangan dan kakinya menjulur, kepalanya bersandaran tiang lampu. Waktu Yury hendak membangkitkannya, orang itu mengeram dan menggumam beberapa kata, agaknya tentang buku catatan. Ia tadinya diserang dan keramapasan. Kepakanya kena pukul berkali-kali tapi Yury tidak menemukan tulang yang patah.
selengkapnya

ceritanet
©listonpsiregar2000