edisi 75
rabu 12 mei 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


tulisan edisi 75

laporan TCIODITNT
Liston Siregar

sajak Ayat-ayat Waktu
Pedje

novel Dokter
Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis


sajak Ayat-ayat Waktu
Pedje

begitu banyak penanda waktu
: langkah-langkah bergegas hilang ditelikung cemas

5 Juni 2002

Kepada Lia

masih ada matahari
saat mendung menyelimuti
siang berpeluh
udara penuh keluh

bahkan waktu hujan menghampiri
matahari bernyanyi
benih dibuai
mimpi dibelai

pucuk-pucuk pun tumbuh
batang, ranting, cabang mengukuh
dedaunan memberi teduh

lihatlah, anak-anak bersorak
purnama bagai kebanyakan minum arak

4 Juni 2002-6 Juni 2003

Cerita untuk Elang, 1

di sebatang trotoar
seorang bocah membiarkan mimpinya telantar
: gambar dua gunung mengapit matahari bersinar
tak ada pepohonan atau semak belukar
juga sawah luas terhampar

di jalan
pecahan arang berceceran

aspal mengusam

Januari-Juni 2003

Cerita untuk Elang, 2

pulang dari museum, seorang anak bercerita kepada ayahnya
"Di sana banyak arca. Ada yang kecil, besar, tanpa kepala, dan bermacam rupa," katanya

sehabis menonton acara televisi
ia datangi ayahnya kembali
bertanya tentang pesawat luar angkasa
"Apakah pesawat itu bisa sampai ke bintang kejora?" ujarnya

esoknya, dengan wajah gembira
ia bilang kepada ayahnya
telah hafal sebuah lagu yang baru diajarkan guru sekolahnya
: ... buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya....

Januari-Juni 2003