sajak
Ayat-ayat Waktu
Pedje
begitu banyak penanda
waktu
: langkah-langkah bergegas hilang ditelikung cemas
5 Juni 2002
Kepada
Lia
masih ada matahari
saat mendung menyelimuti
siang berpeluh
udara penuh keluh
bahkan waktu hujan
menghampiri
matahari bernyanyi
benih dibuai
mimpi dibelai
pucuk-pucuk pun tumbuh
batang, ranting, cabang mengukuh
dedaunan memberi teduh
lihatlah, anak-anak
bersorak
purnama bagai kebanyakan minum arak
4
Juni 2002-6 Juni 2003
Cerita
untuk Elang, 1
di sebatang trotoar
seorang bocah membiarkan mimpinya telantar
: gambar dua gunung mengapit matahari bersinar
tak ada pepohonan atau semak belukar
juga sawah luas terhampar
di jalan
pecahan arang berceceran
aspal mengusam
Januari-Juni 2003
Cerita
untuk Elang, 2
pulang dari museum,
seorang anak bercerita kepada ayahnya
"Di sana banyak arca. Ada yang kecil, besar, tanpa kepala, dan
bermacam rupa," katanya
sehabis menonton
acara televisi
ia datangi ayahnya kembali
bertanya tentang pesawat luar angkasa
"Apakah pesawat itu bisa sampai ke bintang kejora?" ujarnya
esoknya, dengan wajah
gembira
ia bilang kepada ayahnya
telah hafal sebuah lagu yang baru diajarkan guru sekolahnya
: ... buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya....
Januari-Juni
2003