|
edisi 75
rabu 12 mei 2004
tentang
ceritanet
sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku
kirim
tulisan
ikut
mailing list
buku
non-fiksi
The
Dance of 17 Lives
Mick Brown
(Bloomsbury)
fiksi
The Curious Incident of The Dog in The Night Time
Mark Haddon
(Jonathan Cape)
|
ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
|
laporan
Insiden Seekor Anjing
di Malam Hari Yang Memancing Rasa Ingin Tahu
(alias TCIODITNT)
Liston
Siregar
Itulah
kira-kira terjemahan judul karya Mark Haddon: The Curious Incident of
The Dog in The Night Time. Untuk sebuah buku fiksi, judul yang panjang,
biasanya tidak tepat --baik secara editorial maupun secara komersial.
Sebuah buku teks mungkin harus rinci, antara lain karena waktu yang
satu akan membuahkan pengamatan yang lain pada waktu yang berbeda. Tapi
judul sebuah buku fiksi, biasanya, singkat dan sedikit memberi ruang
fantasi.
selengkapnya
|
cerpen
Bambu
Ungu
Juni Poppin
Pelukis 12 tahun itu
sekonyong-konyong tanpa alasan mengganggu tidur Dinar malam tadi. Padahal
di usia kehamilannya yang sudah 8 bulan itu, tanpa bayangan gadis bernama
Kinanti itu pun, Dinar sudah sering sulit tidur. Sialnya, saat terkantuk-kantuk
pagi hari, ditengah kerusuhan pagi hari di rumahnya, saat 2 anaknya
merajam tubuhnya dengan seratus kerepotan sebelum berangkat sekolah
mereka, Dinar juga diteror khayalannya tentang sosok pelukis cilik bernama
Kinanti Satryandini.
selengkapnya
|
sajak
Ayat-ayat Waktu
Pedje
begitu banyak penanda
waktu
: langkah-langkah bergegas hilang ditelikung cemas
selengkapnya
|
novel
Dokter Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan,
Maret 1960
"Jendela
sudah dibetulkan dengan dempul?"
"Belum." Yury terus menulis
"Sudah waktunya, bukan?"
Yury tekun dalam kerjanya dan tidak menjawab.
"Sayang, Tarasyuk tak ada," sambung ahli kimia itu. "Ia
patut dinilai dengan emas, betul. Melap sepatu atau reparasi arloji
--semuanya itu dia bisa. DAn dia carikan apa saja untuknya. Sekarang
kita harus membetulkan jendela sendiri."
"Tak ada dempul."
"Bisa dibikin. Kuberi resepnya."
Diterangkannya bagaimana membuat dempul dengan minyak lin dan kapur.
"Nah aku pergi sekarang. Kurasa kau ingin meneruskan kerjamu."
selengkapnya
|
|
ceritanet
©listonpsiregar2000
|
|