edisi 74
sabtu 24 april 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

buku
non-fiksi

The Dance of 17 Lives
Mick Brown
(Bloomsbury)

fiksi
The Curious Incident of The Dog in The Night Time
Mark Haddon
(Jonathan Cape)

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

koemntarl Calon Presiden dan Indonesia
Wartawan
Kawanku,
Baiklah ada yang mengumpamakan Susilo Bambang Yudhoyono, SBY, dan Wiranto seperti ayam goreng. SBY ibarat KFC, Kentucky Fried Chicken, enak dilihat dan dipajang di mana-mana, tapi rasanya plain. Sedangkan Wiranto, seperti ayam goreng juga, tapi di pelosok Pasar Senen sana. Untuk membelinya, orang harus berbecek-becek ke kawasan busuk. Rasanya memang enak, tapi barang itu susah untuk dijual. Saya enggak tahu, apa perumpamaan teman saya soal ayam terhadap dua mantan jenderal itu bisa nyambung atau enggak. Yang jelas, mereka itu tetap tentara.

selengkapnya

memoarl Edi, Adikku (2)
Susan Ismianti
Setelah melewati serangkaian gejala yang berkepanjangan, adik saya divonis gagal ginjal dan harus menjalani proses cuci darah atau hemodialisis seminggu 2 kali untuk jangka waktu yang tak bisa ditentukan. Ini bukan untuk proses penyembuhan, melainkan sebagai proses untuk memperpanjang hidup saja. Berbagai upaya penyembuhan kami lakukan. Obat-obatan medik, penyembuhan alternatif, paranormal, dan upaya transplantasi di Beijing. Tapi semuanya gagal. Pihak Beijing tidak mampu menyediakan donor ginjal seukuran ginjal adik saya untuk proses pencangkokan. Adik saya terlalu gendut, beratnya ketika itu sekitar 125 kg dengan tinggi badan 170 cm.
selengkapnya


sajak Kembali Pulang ke Taman
Bungarumputliar
Boleh aku main lagi? Disini? Sekarang? Hari ini?
Aku rindu pada padamu! Bangku-bangku kayu!

Satu…
Dua…
Tiga…
Hap!
Meluncuuurrr!!!!
selengkapnya


cerpen Batanghari dan Keponakanku
Syam Asinar Radjam
Aku masih belum lupa rasanya, bagaimana sampai banyak orang kemudian membawa teran dan ember serta telur kerengga atau cacing sebagai umpan. Masih ingat pula bagaimana batanghari di dusun kami itu dulunya hitam berjelaga. Bahkan para pendatang dari pulau Jawa yang kemudian berkampung juga di pesisir sungai lebih suka menyebutnya Kali Minyak, bukan dengan nama yang sering kami sebut.
selengkapnya

 



ceritanet

©listonpsiregar2000


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
Agustus sudah lewat dan kini September hampir lampau. Musim dingin menjelangdam di dunia insani udara berat oleh sesuatu yang tak dapat dielakkan, seperti ajal alam yang mendatang. Itulah buah bibir orang. Makanan serta kayu balok harus diperoleh. Tapi dalam jaman kemenangan materialesme itu alat telah menjadi pengertian mujarad, maka makanan dan kayu bakar diganti oleh masalah gizi dan masalah persediaan bahan bakar. Penduduk kota tak berdaya seperti kanak-kanak dalam menghadapi yang tak dikenal, hal yang tak dikenal itu menyapu bersih segala kebiasaan yang dikenal dan hanya meninggalkan ketandusan belaka --sungguhpun itu hasil ciptaan kota-kota.
selengkapnya