Mari menghadiahi diri
sendiri!
: piglet dan pooh
Tak perlulah kita
menciumi kaca! Ha ha ha!
Cukup tepuk bahumu saja. Beri penghargaan pada pemiliknya. Good job!
Well done! Kau telah berusaha dan layak mendapatkan pujian!
Hore!
Kita telah melewati hari ini dengan baik sekali. Tentu besok bisa! Dan
besoknya dan besoknya juga. Lagi dan lagi dan terus begitu. Tepuk lagi
bahumu tiga kali! Tap! Tap! Tap! Hebat!
Pesanlah serangkai
bunga. Rangkaian kecil saja. Alamatkan ke rumah kita. Kepada yang tercinta:
"Saya" Lho
Buat diri sendiri, mbak? Ya. Buat siapa lagi?
Kok pesen sendiri, kirim ke rumah sendiri? Memangnya kenapa? Kalau bukan
saya yang cinta kepada saya lalu siapa? Ha ha ha!
Great!
Siapa lagi yang paling peduli pada diri ini kecuali diri sendiri?
Salam sayang:
Dari aku
Kepadaku!
20
April 2004
Sajak Menunggu Kakak
Di Ujung Senja
: kawansyam
Aku
menunggu kakak di ujung senja. Senja yang kubuat sendiri. Kujinggai
saja langit biru pagi!. Supaya cepat berlalu hari. Hari ini, esok, lusa
segeralah berlari!
Aku menunggu kakak di ujung senja.
Kata kawanku: Hati-hati! Nanti masuk angin. Jangan khawatir, sudah kukenakan
jaket dan topi. Juga ada secangkir kopi.
Aku menunggu kakak di ujung senja.
Menunggu bersama sekantung gula-gula yang engkau suka. Hei! jangan lupa
gosok gigimu nanti, ya?!
Aku menunggu kakak di ujung senja.
Melipat kapal kertas seperti yang kubaca dalam cerita. Di dalamnya juga
kutuliskan surat, lalu kuterbanglayangkan ke Sumatera.
Wush!
Disini tadi sempat badai
Akankah sampai?
4 April 2004