edisi 73
selasa 16 maret 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

buku
non-fiksi

Underground London
Stephen Smith
(Little Brown)

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

memoarl Edi, Adikku
Susan Ismianti
Sebagai kakak beradik kami tumbuh bersama dalam keluarga sederhana, yang bahkan boleh dikatakan miskin dengan segala keterbatasan fasilitas hidup. Dengan selisih umur enam tahun maka saya lebih banyak berperan ganda sebagai kakak dan pengasuh, karena ketidak mampuan orangtua menggaji seorang pengasuh untuk dia. Tapi barangkali istilah penjaga lebih tepat. Jadi begitulah, Ayah pergi bekerja dari pagi sampai malam sedangkan Ibu sepanjang hari menjahit dan membereskan urusan ini itu rumah tangga. Maka sebagai kakak sulung, sayalah yang bertugas menjaganya. Tapi tentu sebagai anak kecil saya juga tidak mau kehilangan waktu bermain dengan teman-teman. Maka jadilah ia saya bawa kemana-mana.
selengkapnya


sajak Setelah Kau Pergi
Novy Noorhayati Syahfida
aku jadi tertawa…
mungkin sedikit terluka, ataukah justru lega
aku ingin bilang keparat…
tapi lidah ini terlanjur sekarat
aku berharap tertidur lelap…
walau harus berkelambu senyap
aku seakan kehilangan tujuan…
yang dulu selalu kau agungkan
namun aku adalah jiwa yang bebas…
bagai unggas yang terlepas
selengkapnya


cerpen Bona Pasogit
Slamat Parsaoran Sinambela
Sudah lama aku tinggalkan bona-pasogit ku ini. Sekarang semuanya berubah. Saba sudah tidak subur lagi. Mata air yang sering kami gunakan mandi telanjang semasa kecil dulu juga sudah kering. Udara yang aku hirup lebih bau dari Jakarta, salah satu kota dengan polusi terburuk di dunia. Jarang aku punya kesempatan dan waktu untuk pulang, namun kampung ini nyaris tidak akan bisa kulupakan. Kampung tempat aku belajar merangkak, melompat dari batu ke sungai, manjat pohon kelapa...
selengkapnya

fiksi
The Lemon Table
Julian Barnes
(Cape)

 


ceritanet

©listonpsiregar2000


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya... saya ingin...Misha! Gogochka! Tolong, Tonya, mereka tak mau dengar! Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, boleh saya ucapkan sepatak kata? Kita segera akan mengalami hal yang luar biasa, yang tak masuk akal. Sebelum kita dikejarnya, saya ingin kamu dengarkan., Bila tiba saatnya, hendaknya Tuhan nencegah bahwa kita kehilangan jiwa dan yang satu kehilangan yang lain. Gogochka, nanti kau boleh bersorak, aku belum selesai. Pergilah dari situ, datanglah dan dengarkan baik-baik.
Dalam tahun ketiga peperangan ini, rakyat menjadi yakin bahwa perbedaan antara mereka di garis depan dan mereka di garis belakang sekali waktu harus hapus. Lautan darah akan naik dan sampai pada kita semua serta menenggelamkan tiap orang yang tak ikut perang. Banjir ini adalah revolusi."
selengkapnya