edisi 71
jumat 6 februari 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
sajak Di Luar Angkasa
Pedje
Langit masih menyisakan warna jingga ketika kau tertawa
mengempas sunyi yang dibangun dari berjuta sungai air mata
yang hilang arah menuju muara
"Kita akan menepi," katamu dengan tawa yang telah berubah
menjadi garis tipis yang entah apa maknanya
Tapi, di manakah tepi sebenarnya
di ruang angkasa ini, ketika ilusi cakrawala
seakan moksa

selengkapnya

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
Dalam sedikit hari kemudian sadarlah ia betapa ia terpencil. Tak ada yang salah, pikirnya. Ia hanya menerima yang sepantasnya. Anehnya, kawan-kawannya telah menjadi kabur tak berwarna. Tak seorang dari mereka masih punya pandangan dan dunianya sendiri. Mereka lebih hidup dalam kenangannya. Ia tentu menilaikan mereka terlalu tinggi dulu. Berbuat begitu adalah gampang, selama keadaan mengijinkan orang-orang yang mampu untuk menuruti kegilaan dan perbuatan mereka yang bukan-bukan, dengan merugikan si miskin
selengkapnya

buku
non-fiksi

The Dust Diaries
Owen Sheers
(Faber)

fiksi
Old School
Alberto Manguel
(Bloomsbury)

cerpen Penyesalan
Nyoman Dani
Pada suatu senja disuatu tempat dihalaman sebuah pompa bensin, terjadi sedikit ketegangan antara seorang gadis dengan seorang pemuda. Awalnya, si gadis yang sedang mengendarai mobil masuk ke halaman pompa bensin hampir menerjang si pemuda yang melintas didepannya. Tak ayal lagi, klakson dibunyikan secara refleks sebagai peringatan kepada pemuda tersebut. Mungkin saja pikiran si pemuda itu sedang dalam keadaan tidak tenang sehingga tidak melihat ada mobil di depannya. Ia terkejut mendengar bunyi klakson mobil si gadis dan terhenti secara terpaksa.
selengkapnya