sajak
Di Luar Angkasa
Pedje
Untuk
Anakku, Langit Biru
Langit masih menyisakan
warna jingga ketika kau tertawa
mengempas sunyi yang dibangun dari berjuta sungai air mata
yang hilang arah menuju muara
"Kita akan menepi,"
katamu dengan tawa yang telah berubah
menjadi garis tipis yang entah apa maknanya
Tapi, di manakah
tepi sebenarnya
di ruang angkasa ini, ketika ilusi cakrawala
seakan moksa
"Kita akan ciptakan
tepi sendiri seperti matahari
mencipta lewat ujung-ujung garis sinarnya," katamu
dengan nada lelah tapi tetap ingin terlihat gagah.
Langit tak lagi memiliki
warna jingga
dan kenangan pada bumi
berkejaran dengan hujan asteroid
sunyi pun terbangun kembali
Menteng,
2001