edisi 70
rabu 21 januari 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


tulisan edisi 70

memoar Catatan Tak Selesai
Selma Hayek

sajak Persembahan
Qizink La Aziva

novel Dokter
Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

sajak Musikalisasi Cinta
Moyank

malam ketika kaurajut tawa
denting pianomu meliuk mengudara
sedang aku membaca puisi cinta
musikalisasi mengusik gairah kita

kembang mawar putih di atas meja
korden lipit-lipit yang terbuka
angin laut menyisir rambut
dari balik jendela kaca
kita acuh dengan angin dengan dingin
yang berdesir lincah
gerayang seluruh tubuh

lihatlah!

bulan penuh purnama
ia bercerita:

--ada bidadari tertawa
dan kepingin memadu cinta
malam ini
di balik selimut mega—



Musikalisasi Sunyi

jika aku sempat meninggalkan pesan
senandungkan untukku sebuah lagu
tentang kesunyian di tubir jurang segala
hening dan dingin menyeringai

maka peluklah aku,
dekap erat!

jika aku sempat meninggalkan pesan
tiupkan seruling itu dan menarilah
"kan kutanggal seluruh pakaian"
demi terjun ke laut terdalam
kasihmu

 



Musikalisasi Rindu

selembar risalah terbaring
di atas meja menguning
oleh udara dan cuaca
angin yang tua tak pernah diam
menciumi wangi tinta warna hitam

syair rindu yang kutulis untukmu
tak pernah tersia oleh sepasang mata
sebab matamu oh matamu yang indah itu
selalu menari dan menunggu harap
walau terkadang cemas
menggedor kuat pintu hatimu

pada selusin hari terakhir ini
adakah rindu menggantung di pucuk
dahan perasaanmu yang terdalam?

 

 

Musikalisasi Pagi

secangkir kopi susu
dan hembusan asap rokok
itu yang kumau pertama kali
saat fajar membelah mata

kala matari mulai memancar
kidung embun di pucuk daunan
dengung kumbang di kuncup bunga
kata-kata berderet rapi di agenda
melahirkan puisi-puisi pembuka masa

o puisi cinta ini
sejak malam tadi
ternyata menggeliat
di ujung sunyi

ayo kemari
kubaca engkau berulangkali
sebagai mantra dan doa pagi hari

 

Musikalisasi Senja

aku telah mengerti seperti biasa
ketika jendela terbuka
matahari hilang warna

suara beburung manggung
di pinggir gunung saling sahut
menanda waktu mulai beringsut

tapi hati kecil ini masih bertanya
kekasih yang dirindu kapan kan tiba

detik tak henti mengeja
sementara angin tua perlahan membaca
bisik kecilmu dari seberang sana