edisi 69
rabu 7 januari 2004

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tulisan edisi 69
memoar D Seks
Hendri Kremer

memoar Catatan Tak Selesai
Selma Hayek

laporan Natalnya Window Shopping
Sanie B. Kuncoro

cerpen Di Malam Ujung Tahun
Syam Asinar Radjam

novel Dokter
Zhivago
Boris Pasternak

ceritanet
©listonpsiregar2000

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis


laporan Sepakbola Mistis
Dodiek Adyttya Dwiwanto

Ada kejadian terbilang aneh dan unik pada Kejuaraan Piala Afrika yang berlangsung di Mali pada awal Februari 2002 yang lalu yaitu ditangkapnya pelatih kiper Kamerun Thomas Nkono oleh polisi dengan tuduhan guna-guna.

Insiden ini terjadi beberapa saat sebelum kick off semifinal Piala Afrika yang mempertemukan tuan rumah Mali dengan Kamerun --dimenangkan oleh Kamerun dengan skor telak 3-0. Satu jam sebelumnya para pemain Kamerun juga terlibat baku hantam dengan polisi Mali.

Saat itu pemain Kamerun tengah berusaha mengelilingi stadion untuk menghormati para pendukung. Bahkan sebelum insiden ini pemain-pemain Kamerun sudah sempat telibat baku hantam dengan polisi Mali saat sebelum memasuki stadion. Pemain-pemain Kamerun tidak diizinkan untuk berlatih di dalam stadion.

Thomas Nkono yang pernah memperkuat tim nasional Kamerun sebagai penjaga gawang di ajang Piala Dunia 1982 dan 1990, tiba-tiba saja diringkus oleh aparat kepolisian Mali dengan tuduhan menyebarkan guna-guna di pinggir lapangan untuk memenangkan negaranya Kamerun.

Padahal Nkono sedang berbincang-bincang dengan rekan-rekannya sembari menyaksikan layar televisi raksasa.

Tanpa ba-bi-bu polisi langsung meringkusnya setelah sebelumnya Nkono dan polisi saling bertengkar mulut. Nkono tidak berkutik saat belasan polisi mengeroyok dan memborgolnya dengan disaksikan puluhan ribu penonton yang hadir di stadion.

Setelah itu Nkono dibawa ke area khusus wartawan namun ia kemudian dilepas dan kembali ke ruang ganti pemain. Di ruang ganti, Nkono menangis.

Pelatih Kamerun Winfried Schafer pun marah besar melihat insiden ini dan melarang pemain-pemainnya untuk memasuki lapangan untuk memprotes insiden ini. Meski akhirnya Schafer pun mau bermain setelah dibujuk oleh sejumlah ofisial Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Setelah pertandingan berakhir, Presiden Mali Alpha Oumar Konare datang ke ruang ganti pemain untuk meminta maaf kepada tim Kamerun atas insiden ini.

Winfried Schafer dan Thomas Nkono menerima pernyataan maaf tersebut. Meski demikian Nkono masih mengaku marah atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan polisi Mali terhadapnya.

Menurutnya insiden ini sangat merugikan citra Afrika di mata publik sepakbola dunia.
***

 


Banyak jalan menuju Roma. Sebuah ungkapan bijak yang sering terucap. Mungkin kalau dalam sepakbola, banyak hal bisa dilakukan oleh sebuah tim untuk menjadi juara.

Bisa dengan memiliki pelatih yang jenius dan bertangan dingin atau juga memiliki sederetan pemain bintang yang mahal tak terkira. Banyak hal yang lainnya termasuk hal-hal yang gaib!

Hal yang gaib? Mungkin bagi anda yang selalu berpikiran rasional, masalah-masalah gaib termasuk hal irasional. Masalah untuk memenangkan pertandingan hanya bisa dilihat dari taktik dan strategi pelatih yang diterjemahkan menjadi permainan menawan para pemain alias merupakan masalah teknis.

Sedangkan diluar masalah itu adalah masalah non teknis dan tidak bisa mengaitkannya dengan masalah yang berbau hal-hal yang gaib. Tetapi boleh percaya atau tidak masalah ini seringkali terjadi dan diyakini juga berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah tim.

Di akhir era 1990-an Manchester United pernah mempunyai seragam tandang berwarna hijau dan putih. Saat dipakai untuk bertandang entah kenapa permainan United tiba-tiba kacau balau dan kebobolan di babak pertama.

Di babak kedua, semua pemain berganti kostum dan bisa mengimbangi permainan lawan. Sejak itu kostum itu masuk ke 'tong sampah' karena dianggap membawa sial.

Masih banyak lagi hal-hal 'gaib' yang dipercaya dapat membawa kemenangan bagi sebuah tim seperti masalah tempat duduk pemain cadangan, tempat duduk para penonton dan lain sebagainya.

Pelatih tim nasional Inggris di Piala Dunia 1998 Perancis, Glenn Hoddle pun pernah membuat heboh dengan membawa 'penasihat spriritual' Eileen Drewery untuk membantu 'meningkatkan' permainan tim St George Cross.

Namun 'bantuan' Drewery pun tidak menolong Inggris dari kekalahan saat bertemu dengan Argentina.

Uniknya pelatih St George Cross saat ini Sven Goran Eriksson ikut-ikutan untuk merekrut seorang 'ahli.' Kali ini ia menginginkan Willi Railo, seorang psikolog Norwegia untuk masuk ke dalam tim.

Railo diharapkan mampu menumbuhkan motivasi pemain-pemain Inggris agar berprestasi maksimal di Piala Dunia 2002 Korea Jepang. Tapi usulan Eriksson ini langsung ditolak mentah-mentah oleh federasi sepakbola Inggris FA.

Mungkin FA masih trauma dengan kasus Glenn Hoddle dan 'penasihat spiritualnya.'
***