Pendiriannya sendiri
tak ubahnya dengan pendirian pamannya; dalam segala hal ia seorang ekstrimis,
dalam hidup, politik, maupun kesenian. Inipun mengingatkan Yury pada
Peter Verkhovensky*, bukan karena kirinya, melainkan karena kebobrokan
dan bombasmenya. "Nanti ia sebut dirinya seorang futuris,"
pikir Yury dan memanglah percakapan beralih ke futurisme. "Berikut
soal olah raga, pacuan kuda, gelanggang skat atau gulat Perancis,"
tapi sebenarnya dibicarakan hal tembak menenbak.
Pemuda itu telah berburu
dekat rumahnya. Ia penembak berpengalaman, ujarnya bangga; andaikan
tak ada penyakit jasmani yang menghalangi dia masuk tentara, pastilah
ia ternama sebagai penembak ulung. Menangkap pandangan Yury yang ingin
tahu, berserulah ia: "Tuan tak melihat apa-apa? Saya sangka tuan
telah menerka cacat saya."
Diambilnya dua kartu
dari kantong yang diulurkannya pada Yury. Yang selembar kartu pengenalannya.
Ia mempunyai dua nama majemuk, yaitu Maxim Aristakhovich Klintsov Pogorevshikh,
atau Pogorevshikh saja, begitu ia minta Yury memanggilnya untuk menghormati
pamannya yang memiliki nama itu.
Kartu lainnya terbagi
dalam persegi-persegi dan dalam tiap persegi bergambar dua tangan yang
ditangkupkan secara berlainan, pun jari-jarinya dilipat dengan cara
aneka ragam. Itulah abjad untuk orang bisu tuli. Mara teranglah segala-galanya.
Pogorevshikh adalah murid yang berbakat luar biasa dari sekolah Hartman
atau Ostrogadov, seorang bisu tuli yang mencapai kesempurnaan tak terduga
dalam hal berbciara tidak dengan mendengar, melainkan dengan melihat
dan memperhatikan otot-otot kerongkongan guru-gurunya, metode inipn
memungkinkan dia mengerti ucapan orang lain.
Dengan menjalinkan
ceritanya tantang daerah asalnya, dan tentang pemburuannya, berkatalah
Yury:
"Maaf, kalau
kurang patut dan tuanpun tak usah menjawab. Apa ada hubungan tuan dengan
pembentukan Republik Zabushino?
"Bagaimana tuan
bisa menerka? Tuan kenal Blazheiko? Ya, ya! Memang ada hubungan itu,"
Pogorevshikh berceloteh ketawa, menggoncangkan seluruh tubuhnya dan
memukul-mukul lututunya.
Pogorevshikh mengatakan
bahwa Blazheiko adalah kedoknya dan Zabushino kesempatan setempat untuk
mengejar cita-citanya sendiri. Yury tak selalu dapat mengikuti uraian
filsafatnya yang agaknya campuran anarkisme dengan kebohongan seorang
pemburu belaka.
Tak tergugat bagi
orakel, diramalkannya akan ada perobahan-perobahan penuh bencana di
Rusia dalam masa sangat dekat. Secara pribadi Yury mengakui bahwa ini
bukanb arang mustahil, tapi ia dibuat geram oleh keseombongan anak sekolah
yang tak sedap yang ada pada segala keterangannya.
"Tunggu,"
ujarnya secara menguji. "Semua ini mungkin benar yang tuan katakan
itu bisa terjadi. Tapi saya pikir, dengan segala hal yang berlaku sekarang,
kekacauan, disintegrasi, tekanan dari musuh, bukanlah saatnya untuk
memulai percobaan-percobaan yang berbahaya. Tanah air mesti mengatasi
satu perubahan lebih dulu sebelum terjun dalam perubahan lain. Perlu
damai dan tertib dulu."
"Itu pernyataan
yang naif sekali," kata Pogorevshikh. "Yang tuan sebut kekacauan
itu adalah keadaan biasa seperti ketertiban yang tuan dambakan. Segala
pemusnahan ini adalah taraf yang tepat dan wajar dari rencana pembinaan
yang luas,. Masyarakat belum cukup mengalamai disintengrai. Harus pecah
berantakan lalu pemerintahan revolusioner yang murni akan menyusun kembali
pecahan-pecahan itu atas dasar yang baru sama sekali."
Yury mual. Ia masuk
gang.
Kereta api yang tambah
kencang itu mendekati Moskow, larinya lewat hutan-hutan berk penuh vila
musim panas. Peron-peron kecil tak beratap dengan banyak laki-laki dan
perempuan di atasnya terayun jauh ke samping dalam kepulan debu, berpusing
seperti di atas jentera. Kereta api membunyikan peluit berulang-ulang
dan gema geram seperti suling mengerang di hutan bersama peluit itu.
Tiba-tiba pertama kali
selama berhari-hari, Yury sadar sejelas-jelasnya dimana ia berada, apa
yang terjadi dengannya dan apa menantinya sejurus lebih sedikit dari
sedikit jam lagi.
Tiga tahun penuh percobaan,
gerakan, ketidak-tentuan, keruntuhan, perang, revolusi, adegan pembinasaan,
aegan maut, penggranatan, jembatan yang diledakkan, kebakaran, reruntuhan,
kosong, tandus. Kejadian nyata yang pertama sejak selingan panjang itu
ialah kepulangannya penuh pusingan dengan kereta api ini dan pengetahuan
bahwa rumahnya masih aman, masih ada di suatu tempat dengan tiap batu
sekecil-kecilnya yang disayanginya. Inilah soal hidup, ini pengalaman,
inipun yang dicari petualang, yang digagas oleh seniman, pulang ke keluarga
ke diri sendiri, pembaruan hidup.
Kereta api lolos dari
kerimbunan daun-daun, masuk ke lapangan terbuka. Padang landai naik
dari lembah sampai ke tanggul yang lebar. Padang ini digoresi horisontal
oleh banyak persemaian kentang hijau tua; di seberangnya, di puncak
tanggul ada kotak-kotak penangas dari kaca. Menghadap ke lapangan di
belakang ekor kereta api yang berbelok-belok, mendung muram merah menutup
separoh langit; sinar matahari menembusnya, berpencaran bagai jari-jari
roda dengan cerlang tak tertahankan mengkilat di kaca kota penangas.
Sekonyong-konyong hujan
lebat hangat, berpendaran dalam cahaya surya, jatuh dari mendung tadi.
Hujan ini sama pesatnya dengan kereta api yang laju, menghantam bantalan
rel serta mengguruh di atasnya, seolah takut ketinggalan dan hendak
mengejar.
Baru saja Yury melihatnya,
nampaklah Gereja Kristus Sang Juruselamat** di atas punggung bukit dan
sesaat kemudian dilihatnya berbagai kubah, cerobong asap, atap serta
rumah rumah di kota.
"Moskow,"
kata Yury kembali ke kompartemen. "Kini saat berkemas."
Pogorevshikh meloncat
mencari-cari dalam tas perburuannya dan mengeluarkan seekor bebek gemuk.
"Ambillah," ujarnya, "sebagai tanda mata. Jarang saya
mendapat kawan yang menyenangkan seperti tuan."
Bantahan Zhivago sia-sia.
Akhirnya berkatalah ia. "Baiklah saya terima sebagai hadiah untuk
istri saya dari tuan."
"Bagus, bagus,
istri tuan," dengan riangnya Pogorevshikh mengulanginya terus,
seakan didengarnya kata itu pertama kalinya; ia meloncat dan ketawa
berkali-kali sampai Princepun melompat serta ikut bergembira.
Kereta api masuk stasiun,.
Kompartemen jadi gelap, seakan sudah malam. Si bisu tuli menggeluarkan
bebek liarnya yang terbungkus dalam kertas koran yang lebar.
***
*Tokoh dalam sebuah novel Dostoyevsky
**Gerje Santa Juruselamat yang menandai Moskow dibangun guna memperingati
Perang Napoleon dan berdiri di tengah kota. Dirombak sehabis revolusi,
hendak diganti dengan Istana Soviet yang sampai sekarang belum dibangun.