edisi 66
rabu 5 november2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960.

Capek oleh segala kejadian di minggu-minggu terakhir dan oleh keberangkatannya pagi-pagi, Yury mengharap akan tidur saat ia menyamankan diri, tapi ia terlalu letih hingga bangun saja sampai dekat fajar.

Pikirannya berkeliaran dan berpusing-pusing dalam gelap agaknya bergerak dalam dua lingkaran, dua gulungan yang terus menerus berjalinan dan terurai kembali.

Lingkaran pertama menyangkut pada gagasannya tentang Tonya: rumah tangga serta penghidupan mereka dulu yang teratur, dimana tiap hal sampai sekecil-kecilnya mengandung puisi bakti dan kemesraan. Yury mendambakan penghidupan ini, diinginkannya itu utuh lagi sempurna, maka setelah berpisah dua tahun, ketika pulang dengan pesatnya dalam kereta api ekspres itu, ia berhasrat sudah sampai di sana.

Kemudian kesetiaannya pada revolusi dan kekagumannya terhadapnya, revolusi dalam maknanya seperti yang diterima oleh kelas menengah, seperti yang diartikan oleh para mahasiswa penganut Blok dalam tahun 1905.

Lingkaran akrab ini juga mengandung firasat tentang soal-soal baru. Di dalamnya ada segenap ramalan dan kemungkinan yang sebelum perang, antara tahun 1912 dan 1914, telah tampil dalam pikiran orang Rusia, dalam seni dan hidupnya, dalam hari depan Rusia sebagai keseluruhan serta hari depan dia, Zhivago, sendiri.

Sehabis perang baiklah balik ke iklim itu guna menyaksikan pembaruan serta kelanjutannya, sama baiknya dengan pulang ke rumah.

Dalam lingkaran lain dari pikirannya itu ada pula hal-hal baru, tapi sangat berbeda, tak serasi dengan yang pertama! Hal-hal yang baru ini tidak akrbab, tidak terbina oleh yang lama; tak dipilih-pilih, tapi dilahirkan oleh kenyataan dan tiba-tiba saja bagai gempa bumi.

Antaranya adalah perang dengan penumpahan darah dan kekejamannya, ketiadaan hidup berkeluarga beserta keliaran serta kepencilannya, dengan ujian-ujian serta kebijkasanaan duniawi yang diajarkannya, Di situ pula kota-kota kecil yang sepi, tempatnya terdampar oleh perang dan orang-orang yang oleh perang itu dicampur-baurkan bersama dia. Soal baru yang sejenis adalah revolusi, bukannya yang lazim dicita-citakan oleh mahasiswa dalam tahun 1905, melainkan kebangkitan baru inilah yang lahir dari perang sekarang ini, berdarah, berampun, elementer, revolusi prajurit yangdipimpin oleh kaum profesional, kaum bolsjewik.

tulisan edisi 66

cerpen Menunggu HP Berderit
Sandi Firly

cerpen Secangkir Kopi Untuk Vladimir Barakovsky
Sitok Srengenge

laporan Novel Tanpa Huruf R; Potret Masyarakat Yang Sakit
Harry Mulyawan

laporan Mengapa Karen Armstrong Meninggalkan Biara
Nigar Pandrianto


ceritanet

©listonpsiregar2000

Dan antara pikiran-pikiran barunya adalah jururawat Antipova, terhunjam oleh peperangan dari punggung masa lampau, dengan penghidupannya yang serba tak dikenalnya. Antipova yang tak pernah menyalahkan siapapun, namun justru kebungkamannya itulah suatu ketajaman yang terpencil diam-diam dan kuat dalam kepencilannya. Dan ada juga usaha Yury yang jujur untuk tidak mencintainya sepenuh hati, lain dari usahanya di seluruh hidupnya sampai kini untuk mencintai tak hanya keluarga atau teman-temannya, melainkan juga setiap orang.

Kereta api berlari sekencang-kencangnya. Angin dari depan yang lewat jendela, mengeram dan menyembut debu ke rambut Yury. Di diap stasiun, siang malam, khalayak menyerbu dan pohon-pohon linden menderu.

Kadang-kadang beberapa kereta atau pedati bergeletuk ke stasiun dari dalam gelap; suara-suara dan derak roda bercampur dengan bunyi kerosok pohoh-pohon.

Pada saat-saat demikian Yury merasa paham, apa sebab bayang-bayang malam ini berkerisik serta dekat-mendekati, apa sebabnya mereka berbisik-bisikan, nyaris tanpa membalikkan daun-daun, kena kantuk berat, seperti mulut menggagap yang kasak-kisik. Itulah pula yang dipikir Yury, seraya membalik-balik dan berputar-putar di tempat tidur --kabar tentang lingkaran keresahan dan kerusuhan yan makin melebar di Rusia, kabar tentang revolusi tentang taraf kesulitan dan bahayanya dan tentang kemungkinan mencapai kebesaran pada akhirnya.
***