cerpen
Secangkir
Kopi Untuk Vladimir Barakovsky
Sitok
Srengenge
Kutinggalkan
perempuan gypsi itu ketika hendak menyodorkan tumpukan kartu tarot kedua
kepadaku. Kutinggalkan Jembatan Karlomost tua beserta patung-patung
yang menjulang agung di kanan-kirinya, menghindari bujukan para penjaja
lukisan cat air dan foto-foto gedung kusam, menyusuri tanggul yang tertutup
bongkah-bongkah batu mengkilat lantaran tak putus-putus digesut tapak
sepatu para pejalan, memandangi permukaan Sungai Vltava yang memantulkan
langit hingga tampak laksana palung tanpa dasar yang berkabut dengan
gegumpal mega sebagai tebing-tebingnya
selengkapnya
sajak
Ini
Bukan Puisi
Qizink
La Aziva
kudengar
suaramu gema, dalam nyanyi sunyi sukma.
ada meresah, pada daun kering
merekah.
ada cinta, pada guguran kata.
"ini bukan puisi"
katamu dari pojok warung nasi gudeg lesehan malioboro yang mulai malam
ditinggal para seniman.
selengkapnya
novel
Dokter
Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret
1960
Malam
itu di Sukhinichi, seorang jurukunci kolot yang baik budi mengantarkan
Yury lewat sepur-sepur yang tak diterangi lampu ke sebelah belakang
kereta api yang tak masuk rencana dan baru datang, lalu mempersilahkannya
dalam deresi kelas dua. Begitu ia membukanya dengan kunci kondektur
serta mengangkat bagasi Yury ke dalamnya, begitu pula kondektur datang
hendak melemparkannya ke luar., tapi ia dilembutkan oleh Yury, lalu
pergi.
selengkapnya
proyek buku
Memoar
Orang Jalanan