edisi 65
rabu 15 oktober 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

sajak Ini Bukan Puisi
:TSP

Qizink La Aziva

kudengar suaramu gema, dalam nyanyi sunyi sukma.

ada meresah, pada daun kering merekah.
ada cinta, pada guguran kata.

"ini bukan puisi"
katamu dari pojok warung nasi gudeg lesehan malioboro yang mulai malam ditinggal para seniman.

:sabarlah
si mbok sedang menyeduh air, wedang jahe yang selalu kita rindukan, kita reguk bersama di puncak merapi.

lalu kita cerita tentang edelwise yang mulai sirna
ah,
selama perjalanan ini telah kau abadikan setiap titik debu yang tertinggal di saku bajumu.
Yogya, 2002

AH

mayatmayat telah diserahserakkan kerandakeranda telah diusung doadoa telah dialamatkan mantramantra telah dibacakan orangorang telah dibatubutakan

didepan pintunya sejenak kita menengok apakah jubah tuhan telah dicuri, sedang bersendawa bersama bidadari atau tuhan memang sudah mati

ah,
kita tak pernah diberi tahu untuk apa sebuah kemenangan diperjuangkan
Cilegon, 13 Mei 2003

Merindukanmu

malam dengan hujan mendarat
pada lembar kertas beku
kulukis wajahmu pada sampul surat
dengan garis angin deru

senandung ricik tanah basah
aku resah
merindukanmu
Anyer, 21 01 03

ceritanet
©listonpsiregar2000

tulisan edisi 65

cerpen Secangkir Kopi Untuk Vladimir Barakovsky
Sitok Srengenge

esei Wartawan dan PR di Indonesia
Ayu Hermawan

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak