sajak
Ini
Bukan Puisi
:TSP
Qizink La Aziva
kudengar suaramu gema, dalam nyanyi
sunyi sukma.
ada meresah, pada daun kering merekah.
ada cinta, pada guguran kata.
"ini bukan puisi"
katamu dari pojok warung nasi gudeg lesehan malioboro yang mulai malam
ditinggal para seniman.
:sabarlah
si mbok sedang menyeduh air, wedang jahe yang selalu kita rindukan,
kita reguk bersama di puncak merapi.
lalu kita cerita tentang
edelwise yang mulai sirna
ah,
selama perjalanan ini telah kau abadikan setiap titik debu yang tertinggal
di saku bajumu.
Yogya, 2002
AH
mayatmayat telah diserahserakkan kerandakeranda telah diusung doadoa
telah dialamatkan mantramantra telah dibacakan orangorang telah dibatubutakan
didepan pintunya
sejenak kita menengok apakah jubah tuhan telah dicuri, sedang bersendawa
bersama bidadari atau tuhan memang sudah mati
ah,
kita tak pernah diberi tahu untuk apa sebuah kemenangan diperjuangkan
Cilegon, 13 Mei 2003
Merindukanmu
malam dengan hujan
mendarat
pada lembar kertas beku
kulukis wajahmu pada sampul surat
dengan garis angin deru
senandung ricik tanah
basah
aku resah
merindukanmu
Anyer, 21 01 03