novel
Dokter
Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan,
Maret 1960.
Hari keberangkatan
Yury adalah sumuk. Taufan semacam yang mengamuk dua hari sebelumnya,
sedang menjadi-jadi. Di lingkungan stasiun yang dikotori kulit biji-biji
bunga matahari, semua pondok lempung dan gangsa kelihatan pucat dan
kecut di bawah ancaman senyap dari langit hitam.
Rumput di padang
luas depan stasiun yang terbentang di kanan kirinya, telah terinjak-injak
dan hilang lenyap oleh khalayak tak terbilang yang menanti kereta api
berminggu-minggu.
Kaum lelaki tua dengan
jas abu-abu dari wol yang kasar berjalan-jalan dari kelompok ke kelompok,
mencari kabar atau desas-desus. Anak-anak berumur empat belas tahun
diam-diam berbaring bertelekan siku, sedang memusing-musingkan ranting-ranting
yang terkupas, seolah menjaga sekawanan domba; sedangkan adik-adik mereka
yang kecil berkeliaran di bawah kaki orang dengan kemeja yag berkibaran
serta pantat merah jingga. Para ibu duduk di tanah, menjulurkan kaki
lurus ke depan, menyamankan pemandangan; pada dada mereka bayi-bayi
diselubungi jaket sawo matang yang biasa dipakai petani hingga tak tentu
bentuknya.
"Semua berpencaran
macam domba saja, ketika tempo hari ada tembakan," kata kepala
stasiun secara tak mengenakkan kepada Yury, waktu mereka jalan, berbelok-belok
antara deretan-deretan tubuh yang berbaring di depan gerbang dan di
lantai stasiun. Dalam sekejap mata semua meninggalkan padang rumput.
Tanah nampak lagi, tanah yang berbulan-bulan tak kami lihat, karena
merka bercokol terus, kami sudah lupa bagaimana tanah itu rupanya. Disinilah
ia menggeletak. Lucu. Dalam perang saya lihat beberapa hal yang tak
sedap, orang mengira saya sudah biasa pada apa saja. Namun saya meeasa
kasihan. Sebab semuanya tak bermakna. Apa kesalahannya terhadap mereka?
Tapi ya, mereka bukan lagi manusia. Mereka bilang, ia anak mas. Sekarang
mari ke kanan, ke kantor saja. Tak ada harapan di kereta api ini. Saya
kuatir tuan akan terhimpit mati Saya tempatkan tuand dalam kereta api
setempat. Sedang disiapkan sekarang. Tapi jangan sebut-sebut itu, sebelum
kita mulai mermpesilahkan mereka; kereta akan pecah belah sebelum selesai
diatur. Tuan pindah di Sukhinichi nanti malam."
***