esei
Wartawan
Malaikat Pelacur
A.
Hermawan
Keringat
belum lagi kering, ketika saya tiba di kantor. Ira, orang sekretariat
langsung nyeletuk, Ada orang ngaku wartawan kita. Dia mau wawancara
orang yang nelepon ini, kata Ira. Gagang telepon masih menempel
di telinganya. Suruh tahan Ra, nanti gue ke sana, kata saya.
Selintas cuma keisengan saja,
untuk menangkap orang-orang yang mengaku wartawan dan memeras.
selengkapnya
sajak
Prasasti
Kelahiran
T.S.
Pinang
mungkin
aku terlahir dengan sebongkah batu dalam dada agar rindu selalu terpelihara,
pada terik kemarau dan geredap hujan pada atap, lalu keduanya melahirkan
butir-butir pasir yang hanyut dalam aliran sungai tanpa muara, sementara
kerikilnya menciptakan riam di setiap simpang aortaku
selengkapnya