edisi 63
kamis 18 september 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan


 esei
Wartawan Malaikat Pelacur
A. Hermawan
Keringat belum lagi kering, ketika saya tiba di kantor. Ira, orang sekretariat langsung nyeletuk, “Ada orang ngaku wartawan kita. Dia mau wawancara orang yang nelepon ini,” kata Ira. Gagang telepon masih menempel di telinganya. “Suruh tahan Ra, nanti gue ke sana,” kata saya. Selintas cuma keisengan saja, untuk menangkap orang-orang yang mengaku wartawan dan memeras.
selengkapnya

sajak Prasasti Kelahiran
T.S. Pinang
mungkin aku terlahir dengan sebongkah batu dalam dada agar rindu selalu terpelihara, pada terik kemarau dan geredap hujan pada atap, lalu keduanya melahirkan butir-butir pasir yang hanyut dalam aliran sungai tanpa muara, sementara kerikilnya menciptakan riam di setiap simpang aortaku
selengkapnya

ikut mailing list

buku
non-fiksi

Reading Lolita in Tehran
Azar Nafisi

(IB Tauris)

The Bookseller of Kabul
Asne Seierstad
(Little Brown)

fiksi
My Life as a Fake
Peter Carey
(Faber)

Hey Nostradamus!
Douglas Coupland) (Flamingo)

sajak Duesseldorf
Lily Nababan
panas mentari…
   angin kencang menerpa wajah..
     menggigilkan tubuh-tubuh bermantel dimana-mana,
         juga disini,
              di pinggir sungai Rhein.......


novel
Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960
Hari keberangkatan Yury adalah sumuk. Taufan semacam yang mengamuk dua hari sebelumnya, sedang menjadi-jadi. Di lingkungan stasiun yang dikotori kulit biji-biji bunga matahari, semua pondok lempung dan gangsa kelihatan pucat dan kecut di bawah ancaman senyap dari langit hitam.
selengkapnya

proyek buku Memoar Orang Jalanan

ceritanet
©listonpsiregar2000