edisi 61
jumat 22 agustus 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

 

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

sajak Purnama
Ayik Sadat

lewat perjalanan atau persetubuhan yang terkadang liar,
aku rambah tubuhmu semesta. dimana dapat kueja
desah cemara, ratap malam, teritis gerimis atau igau
burung hantu. tapi mengapa seolah kita lewatkan begitu
saja percakapan malam ini meski kita pernah saling
melempar gagas. aku ragu kau membisu sebab kau tahu
akupun merindu. maka biarkan purnama malam ini hening
seolah takzim dan aku nyunyi dalam hening samadhi
suralawu, 1997

 

Tak usah sebut namanu di sini, Uny
Rinduku mampu mengenal aroma tubuhmi

tak usah sebut namamu disini, uny
rinduku mampu mengenal aroma tubuhmu

pada hening yang berpilin, bulan tak selamanya akrab
dengan lautan sebab gelombang sesekali menanggal
pasir tak ketepi. namun kau datang dengan bening
telaga yang mampu membasuh saput kabut pada
jendela rumah juga tafsiri recik gerimis serta udara
basah. ah, senyummu yang magma itu melempar jala
juga dzikir laut mendesir diharum nafasmu. sejenak
kubiarkan kamar ditikam malam dalam penantian
dan malam kian bertambah dalam.

tak usah sebut namamu disini, uny
rinduku mampu mengenal aroma tubuhmu
surabaya 1997

 

Padamu

aku
percaya padamu
walau tak pernah tahu
apakah lenganmu
menyimpan belati
atau melati.
dimana khianat
bisa saja menjelma raksasa
yang mengerikan
juga
aroma bunga
membuat kepala sesak
impianimpian

aku
rindu padamu
meski diri tertekan
ibarat minggu
terkurung hujan.
ya, aku rindu
pada bening mata,
basah bibir juga
awan dikepalamu
yang mampu menggubah
teduh terik matahari.

lalu ijinkan
aku cinta padamu
tanpa kalimat panjang
yang musti dipahamkan.
sebab pandang mata
antara kita
telah mencipta bahasanya.
dan ditubuhmu dirahimmu
harapan dihamparkan
tentang sebuah lautan
yang melahirkan gelombang,
kelak
surabaya, 1997


tulisan edisi 61

komentar Mencari Ujung Irak
Liston Siregar

cerpen Kabut
Musim Dingin

Kuncup Melati

sajak Stasiun Cikini
Qizink La Aziva

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak


ceritanet

©listonpsiregar2000