sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar edisi 5, Senin 12 Februari 2001 ceritanet
Situs ini didirikan November 2000 sebagai media tukar karya tulis. Asumsinya banyak karya tulis yang tidak dimuat media massa konvensional, namun layak dibaca sejumlah orang. Ada juga harapan cerita.net secara perlahan-lahan, dan tidak langsung, bisa mengembangkan gaya karya tulis internet. Cakupan karya tulis dalam cerita.net sangat terbuka, mulai cerita pendek, novel, puisi, dan esei. Adapun terbitan berupa resensi buku, informasi buku, maupun laporan-laporan lembaga tertentu --baik laporan tahunan, laporan penelitian, dan laporan temuan suatu komite kerja. Sedangkan laporan dalam ceritanet berupa laporan jurnalistik --mencakup tinjauan peristiwa dan tinjauan film-- atau laporan perjalanan. Penggolongan lain adalah berita aktual yang berhubungan dengan karya tulis. Ceritanet juga membuka kesempatan sebagai media informasi kegiatan, yang --secara langsung maupun tidak langsung-- berkaitan dengan kemajuan karya tulis. Dengan sifat nir-laba, ceritanet tidak memberikan honor bagi setiap karya tulis dan sekaligus tidak memungut biaya apapun. Jika ada materi di ceritanet yang 'berbau' promosi, yang umumnya ditemukan dalam halaman acara dan terbitan, semata-mata didasarkan pada kepentingan orang banyak dan berhubungan dengan usaha-usaha peningkatan karya tulis. Ada kemungkinan ceritanet menerima sumbangan --yang independen-- dan sumbangan serta penyumbang akan diumumkan secara terbuka di halaman ini, termasuk penggunaannya.
Penulis Edisi 5 Rin Hindryati P pernah menjadi wartawan Majalah Prospek, Harian Bisnis Indonesia, AP-Dow Jones News Wires, dan sekarang di The Asian Wall Street Journal, Jakarta. Tamat dari Universitas Nasional dan pernah ikut program post-graduate di Universitas Duniden, Selandia Baru. Anggota International Federation of Journalists (IFJ) dan salah satu pendiri Yayasan Jurnalis Independen (YJI). Ahmad Taufik aktif dalam gerakan demokrasi dan sekaligus menjadi wartawan sejak masih mahasiswa di Universitas Islam Banndung. Pendiri Majalah Suara Independen yang dilarang pemerintah Orde Baru dan sempat ditahan selama tiga tahun lebih. Sekarang bergabung kembali dengan Majalah Tempo. Imron Supriyadi tamatan Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang. Pernah menjadi wartawan Harian Sumatera Ekpsres, Mingguan Media Sumatera, dan sekarang jadi reporetr Radio Smart FM Palembang. Dianto Bachriadi tamat dari Anthropologi Universitas Pajajaran Bandung. Pernah bekerja di OXFAM dan kini aktif di Konsorsium Pembaruan Agraria KPA. Menulis buku Merampas Tanah Rakyat: Kisah Petani Tapos dan Cimacan bersama Anton Lucas, seorang peneliti di Flinders University, Australia.
situs nir-laba
untuk karya
tulis
|