edisi 59
kamis 10 juli 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

 

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

 


cerpen
Batu-batu Kuburan
Arie MP. Tamba
Di kampung-kampung di desa tepi sungai itu, adalah pantang menggali tanah. Maka bila seseorang akan dikuburkan, ia pun akan direbahkan di atas tanah, dan kemudian ditimbuni dengan batu-batu. Maka mereka kembali mengangkati batu-batu sungai itu ke tengah kampung. Menyusunnya di atas tumpukan batu-batu yang berhasil mereka kumpulkan kemarin dan hari-hari sebelumnya. Mereka bekerja nyaris tanpa suara.
selengkapnya

proyek buku Memoar Orang Jalanan

 

puisi The discovery of the lost paradise
M Najib Azca
Firdaus yang hilang itu
kutemukan jejak pesonanya disini:

             ketika semburat cahaya senja yang penghabisan
             memagut bibir ombak
             dan tak melepaskannya hingga tersungkur
             terkulai di pelukan bulan
selengkapnya

buku
non-fiksi

A Problem from Hell
Samantha Power
(Flamingo)

We Did Nothing
Linda Polnan
(Viking)

fiksi
Loot and Other Stories
Nadime Gordimer
(Bloomsbury)

The Sea House
Esther Freud
(Hamish Hamilton)


puisi
Anak Perempuanku Belum Pulang
Selma W. Hayat
Anak perempuanku belum pulang
Masih di perbatasan

Menantu tak membawa anak perempuanku pulang:
         Memasak bunga pepaya obat malaria,
         bersembahyang bersama di Motael,
         Mencium pipi dan merengkuhku,
         Menghibur dengan kidung tangis cucuku
selengkapnya

cerpen Nyanyian Hutan Perawan
Imron Supriyadi
Pagi menjelang fajar aku sudah berkemas. Jaket, parang, pisau pinggang, minyak, lampu, korek, botol minum, dan sedikit singkong rebus sudah masuk kedalam ransel. Kuputuskan, pagi itu, aku harus pergi ke hutan. Aku tidak bisa terus menerus hidup dalam perkampungan yang pengab. Suhu udara, suhu politik dan suhu kebudayaan di kampungku tak bisa membuatku tenang lagi. Aku harus pergi!
"Pagi-pagi buta seperti ini kau akan pergi?", tanya Er, yang tiba-tiba sudah ada di hadapanku. .
selengkapnya


 


ceritanet
©listonpsiregar2000

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960

Sekarang bulan sudah tinggi. Cahaya di pelataran setebal kapur, dengan permadani lebar hitam di depan portik gedung batu. Rapat diadakan di seberang pelataran dan Yury dapat mendengar tiap kata, asal mau, tapi ia sangat terkena oleh pemandangan hingga duduklah ia di bangku di luar pos pemadam kebakaran dan melihat-lihat saja tanpa mendengar apa-apa
selengkapnya