edisi 58
sabtu, 14 juni 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


esei
Separatisme Kaum Ekspatriat
Aboeprijadi Santoso
Awalnya dari Takengon, Aceh Tengah. Meski pun saat upaya damai RI-GAM pertama kali diteken, Mei 2000, Wakil RI Hassan Wirayudha berharap "ini awal perjalanan 100 langkah" dan kemudian tercapai pakta yang lebih mantap (CoHA Desember 2002), namun belum lagi "100 langkah", awal Maret 2003, ratusan milisi sudah digerakkan dari Takengon. Sejak itu, tim monitor internasional hengkang dan proses damai merosot. Setiap jeda dan gencatan, kedua pihak melanggarnya. Tapi kali ini persiapan perang dan ultimatum Jakarta membuat babak final di Tokyo sia sia, sementara pihak GAM sudah mau meninggalkan perjuangan bersenjata, tapi tak mau eksplisit menerima otonomi.
selengkapnya

esei Freedom to Move
Sanie B. Kuncoro
Itu kalimat dari sebuah iklan jeans. Adegannya begini, dua sosok manusia, laki-laki dan perempuan, pakai celana jenas tentu saja, sama-sama saling berlari adu kecepatan. Ada banyak dinding bata, tapi itu bukan penghalang, begitu saja mereka menerobosnya dan dindingpun runtuh berkeping. Dan merekapun terus berlari dengan gerakan yang tangkas. Siapa pemenangnya? Tidak ada. Mereka sampai di ujung secara bersamaan. Tidak ada dinding bata lagi, daratan sudah usai. Yang ada ruang kosong seperti batas untuk menuju angkasa. Lalu?
selengkapnya

tulisan tamu

Nefertiti di Video Porno
Tony Paterson

Dua Departemen Dikawal
Robert Fisk


draft novel
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Sigap menerima komando, Jagger mengikuti kawan-kawan barunya ke bawah, ke lantai dua restoran itu. Jadi rupanya Iwan ini anak rakyat biasa, dan sukses di London hanya bermodal keberanian belaka. Keberanian apa? Keberanian memainkan kontol? Hebat juga dia, Jagger mengakui dalam hati. Dan sekarang, apa pula ajakan memainkan biji peler ini? Akan ada acara umbar-mengumbar berahi? OK! Pikir Jagger, waktunya tiba untuk rock 'n ' roll!Bangku dan meja ruangan itu semua dipinggirkan ke dinding dan di ruangan lantai yang terbentuk di tengah, orang berjoged.
selengkapnya

buku
non-fiksi

Middle East Illusions
Noam Chomsky
(Rowman & Littlefield)

How Not to be a Hypocrite
Adam Swift
(Routledge)

fiksi
Seek My Face
John Updike
(Hamish Hamilton)

The Final Confessions of Mabel Stark
Robert Hough
(Atlantic)

sajak Senja di Buchenwald
Selma Hayek
Harusnya Aku tak di sini,
Termangu di depan gerbang pesakitan.
Jalanan ini terlalu dingin untuk kulalui,
Menginjak kerikil, nafas mereka yang mati tanpa penghormatan
Namun,
Kubiarkan saja langkahku bergelayut manja, pada:
Angin jahanam yang menerbangkanku:
Membaui sepi,
memeluk sakit,
memaki bau gas
dan

selengkapnya

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam
Aku Mangin dan Suatu Malam
Tak banyak yang kenal Mangin sekenal aku mengenal dia. Aku paham bahkan hari ke hari kehidupannya. Bukan lantaran aku dipercayanya membaca catatan hariannya. Akulah juga seorang buku hariannya pula. Pun setiap kali ada kejadian menarik menurut dia, menyentuh baginya, menyenangkan untuknya, sekalipun menyakitkan hatinya.
selengkapnya


ceritanet

©listonpsiregar2000


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960

Antipova sudah pulang. Mademoiselle yang memberi tahu pada Yury, menambahkan bahwa ia capek; ia tadi cepat-cepat makan dan naik ke kamarnya dengan berpesan supaya ia tak diganggu, "Tapi datang sajalah, ketuk pintunya," usul mademoiselle. "Saya yakin ia belum tidur, mana kamarnya?" Sesudah mengatasi keheranannya. mademoiselle menuturkan kamarnya di ujung gang di bordes tertinggi, melewati beberapa kamar tempat menyimpan semua perabot istri Tumenggung; Yury tak pernah ke situ.
selengkapnya