edisi 57
jumat, 18 april 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

laporan Dua Departemen Dikawal
Robert Fisk

'Burung pemakan bangkai' Irak menjarah dan mengancurkan semua yang boleh dijarah dan dibakar oleh Amerika --dan dua jam perjalanan mobil keliling Baghdad memperlihatkan dengan jelas apa yang ingin dilindungi Amerika. Setelah hari-hari kerusuhan dan penjarahan, ada kartu catatan pendek yang terlihat.

Pasukan Amerika menjauh dan membiarkan para perusuh merusak dan membakar Departemen Perencanaan, Departemen Pendidikan, Departemen Irigasi, Departemen Perdagangan, Departemen Industri, Departemen Luar Negeri, Departemen Kebudayaan dan Departemen Penerangan. Mereka tidak melakukan apapun untuk mencegah para penjarah merusak warisan sejarah Irak yang tak ternilai di Museum Arkeologi Baghdad dan di museum kota sebelah Utara, Mosul, atau bahkan penjarahan di tiga rumah sakit.

Namun Amerika menempatkan ratusan tentara di dalam dua Departemen yang tidak tersentuh --dan tidak bisa disentuh-- karena tank-tank dan kenderaan laPis baja ditempatkan di dalam maupun di luar Departemen tersebut. Dan Departemen apakah yang amat pentIng bagi Amerika? Kenapa Departemen Dalam Negeri ; tentu saja karena informasi intelijen dalam negeri Irak dan Departemen Perminyakan.

Arsip dan file-file dari aset Irak yang amat berharga, penting, dan informasi cadangan minyaknya yang sangat besar, berada dalam keadaan aman, jauh dari perusuh dan penjarah serta aman untuk dibagikan --seperti yang sudah hampir bisa dipastikan menjadi maksud Washington-- kepada perusahaan-perusahaan mInyak Amerika.

Hal ini bisa mencerminkan tujuan perang Amerika. Untuk 'membebaskan' Irak, Amerika membiarkan warga Irak menghancurkan pra-sarana pemerintahan dan harta benda pribadi para antek-antek Saddam. Amerika bersikeras bahwa Departemen Perminyakan merupakan bagian vital dari warisan Irak, bahwa lapangan minyak harus dijaga untuk 'warga Irak.'

Namun apakah Departemen Perdagangan, yang kembali dibakar oleh para perusuh, tidak vital bagi masa depan Irak? Apakah Departemen Pendidikan dan Departemen Irigasi, yang ketika menulis laporan ini masih terbakar, tidak amat sangat penting bagi pemerintahan mendatang?

Amerika bisa menyediakan 2000 tentara untuk melindungi lapangan minyak Kirkuk namun tidak bisa mengerahkan 200 tentara untuk melindungi Museum Mosul dari serangan. Para insinyur Amerika dengan amat yakin memperkirakan lapangan minyak Kirkuk akan bisa kembali memompa minyak hanya 'dalam waktu beberapa minggu.'

Banyak pembicaraan tentang 'sikap baru' Amerika. Dan patroli infantry dengan kenderaan lapis baja tiba-tiba muncul di jalan-jalan kawasan pemukiman kelas menengah Baghdad, dan memerintahkan anak-anak muda yang membawa lemari es, perabotan, maupun televisi meninggalkan jarahan mereka di jalan jika mereka tidak bisa membuktikan kepemilikannya.

Ini amat menyedihkan. Setelah milyaran dollar gedung pemerintah, komputer, dan arsip dihancurkan, tentara Amerika menghentikan anak-anak muda yang membawa kereta dorong berisi kursi-kursi bekas.
***
Dari The Independent


tulisan edisi 57

komentar Pertanyan tentang Irak
Liston Siregar

erpen Mayat yang Pertama
Ikun Eska

esei Manusia dan Perang Irak
Rezki S. Wibowo

draft novel Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

tulisan tamu

Dua Departemen Dikawal
Robert Fisk

Balik ke Laboratorium
Nadine Gordimer

ceritanet
©listonpsiregar2000