edisi 57
jumat 18april 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam

Lima
Lima belas ribu perak lagi sisa rekening di ATM. Bagaimana Mangin bisa pulang, pergi dari ibu kota negara yang panas ini. Panas suhu, panas konstelasi politik... Mengutang lagi?

Mangin teringat Kantata Takwa ;.. menghutang lagi-lagi menghutang,... tahu tahu menipu. Walaupun lagu itu tak disindirkan baginya --lebih tepat untuk pengutang luar negeri yang tak tahu urusan. Padahal saat ini, utang luar negeri Indonesia mencapai 150 M yu es dollar. M-nya dibaca milyar.
M-I-L-Y-A-R.

Belum ditambah dengan obligasi yang nyaris setengahnya dan kredit ekspor yang ditalangi pemerintah. Akibatnya, Indonesia rentan terimbas krisis moneter. Padahal itu lebih dikuasai utangnya bank swasta yang ditalangi, di-bail-out oleh BLBI yang 'budiman' hingga utang para konglomerat harus jadi utang khalayak.

Memikirkan itu, jadi berat Mangin mengajukan pinjaman ongkos pulang dengan Asan. Lagi pula dia dalam rencana menikah.

Dinda muncul lagi. Walau cuma bayangan. Sebuah siluet saat sengeng yang terkadang muncul. Mungkin lebih baik Mangin turuti nasehat kawannya, Sotong. Bunuh diri. Bunuh diri kutakut neraka, menangis tidak bisa, "Diamlah Sawung!" Mangin memaki radio di ruangan Mai.

Mangin melipat kertas menjadi kapal kertas, ditiup ekornya yang beri tandatangan, melayang tak tentu arah. Berputar tapi gagal mencapai WTC.

Dinda, Kau tahu sebuah rahasia.
Aku mencintamu.
Bukan sekedar origami
Sesukar membangun letupan revolusi
(Sumber; R E T II, Sajak AMM)

Syukur, tak lama setelah itu bayangannya pergi. Tapi Mangin sudah antisipasi. Mangin harus mengalihkan perhatian kepada es teh di depannya.

Dan Patty yang menyeruput lewat sedotan. Bunyi seruputan yang meliurkan, butir-butir embun yang menempel di sisi luar mug. Perbedaan tekanan pada permukaan air teh dan rongga mulut Patty di tambah energi hidrolik menaikkanes teh, mengalir turun melalui kerongkongan. Mengalir saja.

Siang lewat dengan sempurna setelahnya. Mangin dapat melanjutkan perjalanan imaji dengan membaca kasus Submarine Tailing Disposal. Lebih lengkap inilah; STD adalah teknologi murah dan
merusak yang sedang 'menyerbu'kawasan Asia-Pasifik. Diduga kuat kawasan itu kembali dijadikan ladang uji coba teknologi murah yang menguntungkan negara-negara utara tapi berlindung dibalik investasi yang seolah menguntungkan negara-negara Asia-Pasifik.

Peristiwa menakutkan itu pernah terjadi saat uji coba senjata nuklir untuk perdamaian di tahun 1960-an. Di Indonesia ada dua perusahaan yang menggunakan STD, Newmont Minahasa Raya dan Newmont Nusa Tenggara, keduanya anak Newmont Corporation yang berpusat di Denver, Amerika Serikat.

Berbagai argumentasi di kedepankan kedua perusahaan ini, sehingga pembuangan limbah tambang ke laut mendapat 'pembenaran' hukum dan ilmu pengetahuan. Selain Newmont, diduga kuat Meares Soputan Mining di Sulawesi Utara, Weda Bay di pulau Halmahera, BHP dan Antam di Pulau Gag Ingold di Pulau Haruku, dan Banyuwangi Minerals serta Jember Metal di Jawa Timur akan menggunakan STD dalam operasi tambang mereka.

Padahal Newmont telah menimbulkan dampak serius bagi lingkungan hidup laut dan pesisir di lokasi mereka beroperasi. Belum lagi negara Filipina, Papua Nugini, New Caledonia, Fiji, Solomon Islands telah dan akan menggunakan cara STD untuk membuang ampas tambang yang beracun.

Mangin membuka e-mail seorang kawan yang mengirimkan media on-line, sebuah dokumen deklarasi sebuah pertemuan; "Kami percaya bahwa pembuangan tailing ke dasar laut berbahaya bagi lingkungan hidup laut dan bagi komunitas yang tinggal di wilayah terkena dampak. Di konperensi ini kami mendengar berbagai dampak pembuangan tailing ke dasar laut pada lingkungan hidup dan masyarakat di berbagai tempat, antara lain Marinduque di Filipina, di Minahasa dan Batu Hijau di Indonesia, dan di tambang-tambang lainnya di kawasan Pasifik Selatan. Kesaksian dari masyarakat setempat, ilmuwan dan pejabat pemerintah menunjukkan bahwa..."

Mangin melanjutkan bacaan, sambil duduk mengangkat kaki sebelah. sesekali menopang dagu, menyeruput kopi dalam kebingungan. Pembuangan tailing ke dasar laut merusak ekosistem pesisir yang rawan karena, menimbun organisme hidup dengan endapan lumpur atau mengusir organisme tersebut dari habitat. Menyebabkan degradasi habitat laut dan air tawar. Mengurangi keanekaragaman hayati dan mengancam keseimbangan ekologi. Menyebabkan masuknya logam-logam berat dan polutan lain ke dalam rantai makanan. Pembuangan tailing ke dasar laut berdampak seketika dan jangka panjang, serta tidak ramah lingkungan. Pemulihan daerah-daerah yang terkena dampak pembuangan tailing ke dasar laut tak mungkin dilakukan.

Mengin melanjutkan bacaan dengan sendirinya, tentulah pembuangan tailing ke dasar laut mengakibatkan dampak serius bagi kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat pesisir. Perilaku mau untung sendiri model begini, melanggar hak asasi manusia, berupa hak lingkungan hidup yang bersih dan aman. Kesehatan masyarakat terancam kontaminasi logam berat dan materi beracun lainnya, anak-anak dan kaum wanita berada pada posisi yang paling rawan.

Degradasi lingkungan laut dan air tawar, mempengaruhi perikanan dan kehidupan nelayan. Produktivitas pertanian dan perikanan menurun. Dan selalu saja konflik sosial di masyarakat muncul akibat informasi yang tak cukup dan tanpa membangun dan menempatkan partisipasi rakyat sebagaimana mestinya.

Sama saja, sama saja. Semuanya sama. Perilaku pengrusak sumber daya alam ini menimbulkan kegetiran. Maka wajar, jika siapapun melihat yang model begini tergetar hatinya, karena pembunuhan genocide boleh jadi bukan hanya di medan perang. Tapi perang juga bukan hanya terjadi di medan tempur. Oww, berapa sebenarnya harga kehidupan.

Ingin ku dengar dendang rimba
Tembang tanpa partitur
Wow, jazzy
Bersama kopi di cangkir kaleng

Maaf, numpang tanya; siapa yang tahu harga kuntum rimba?
(Maaf, Numpang Tanya; Sajak AMM)

Bla bla bla... Kawannya itu kabarnya terus saja berlari. Menolak investasi tapi tidak menguatkan instrumen negara. Dagelan apa lagi ini, dalam sejarah tidak ada organisasi yang mampu membendung arus investasi kecuali satu; organisasi negara.

Negara yang kuat. Kata Sukarno, Berdaulat dalam politik, berkepribadian dalam budaya, Berdikari dalam ekonomi. Tak akan mampu melawan kapitalisme dengan kekuatan liberal. Sedikit lagi bacaan Mangin. Setahunya Pembuangan tailing ke dasar laut di Kanada dan Amerika Serikat merupakan pelanggaran hukum, dan belum pernah di usulkan di Australia.

Persetujuan internasioanl tentang perlindungan laut pun melarang. Tapi industri pertambagan trans-nasional dan para konsultannya tetap saja gencar mempromosikan pembuangan tailing ke dasar laut. Dan memang posisi mereka berada di atas posisi komunitas korban, segala argumentasi dan testimoni komunitas korban yang didasarkan atas pengalaman atas dampak termentahkan dengan mudah.

Kami secara tegas menganjurkan kepada pemerintah dan masyarakat internasional untuk melarang STD di seluruh dunia. Kami menuntut agar perusahaan tambang dan konsultan-konsultannya :

Mengakui akibat sosial budaya dan kesehatan dari pemakaian pembuangan tailing ke dasar laut baik di masa lampau atau sekarang. Menerima pertanggungjawaban atas kerusakan yang sudah disebabkan oleh pembuangan limbah. Yang berpusat di negara maju seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Australia memakai standar lingkungan yang sama di tambang mereka dikawasan ini dengan standar yang diharuskan negara asalnya. Kami percaya bahwa membuang tailing ke dasar laut bertentangan dengan prinsip dan harapan yang terkandung dalam pembangunan berkelanjutan

Email itu diberi tanggal dan tempat Manado, Sulawesi Utara Indonesia, 30 April 2001. Mata Mangin mulai perih. Kebanyakan minum kopi, barangkali. Padahal Tuhan telah memberikan isyarat bahwa Mangin harus istirahat. Ya, Mangin harus mulai membentangkan kasur, dan bermimpi.

DINDA!!!! Kenapa muncul lagi?! Dia terlihat tersenyum.

If you loose any sleep, come to my nightmare,....
(Dalam; Ketika Waktu Itu Tiba; Draft Cerpen AMM)

*** bersambung


tulisan edisi 57
komentar Pertanyan tentang Irak
Liston Siregar

erpen Mayat yang Pertama
Ikun Eska

esei Manusia dan Perang Irak
Rezki S. Wibowo

draft novel Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

 


tulisan tamu

Dua Departemen Dikawal
Robert Fisk

Balik ke Laboratorium
Nadine Gordimer

ceritanet
©listonpsiregar2000