novel
Dokter
Zhivago
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan,
Maret 1960.
Rumah
sakit dimana Yuri menjadi pasien dan kini dokter, ditempatkan dalam
rumah istri Tumenggung Zhabrinskaya. Dia menawarkannya pada Palang Merah
pada permulaan perang.
Rumah
ini berloteng dua, letaknya di salah satu bagian terbaik dalam kota,
di sudut jalan raya dan pelataran yang terkenal dengan nama 'Platz,'
dimana dulukala prajurit berlatih dan kini diadakan rapat-rapat.
Berkat
letaknya itu ada pemandangan bagus di sekitarnya; kecuali di jalanan
dan pelataran, dapat terlihat pula pekarangan rumah di sebelah (dimiliki
keluarga provinsial yang miskin dan hidupnya hampir secara kaum tani)
serta taman tua Tumenggung itu di sebelah berlakang.
Istri
Tumenggung ini mempunyai tanah milik besar di daerah Razdolnoye, maka
rumah tadi hanyalah dipakai bila ia sekali tempo ada urusan di kota,
sebagai pusat pertemuan bagi tamu-tamu yang datang dari segala jurusan
untuk bertemu di Razdolnoye dalam musim panas.
Sekarang
rumah ini menjelma jadi rumah sakit, sedangkan pemiliknya ditawan diPetersbrug,
tempat ia menghuni.
Dari
personil yang besar hanya tinggal dua perempuan; Ustinya, bekas koki
kepala dan mademoiselle Fleury, bekas pengasuh putri-putri yang sudah
kawin.
Mademoiselle Fleury
yang beruban, ceroboh dan berpipi jingga itu mundar-mandir dengan
memakai sandal tidur serta hoskot tua yang menggelembur, rupa-rupanya
merasa senang di rumah sakit, seperti juga di tengah keluarga Zhabrinsky
dulu. Ia menuturkan cerita-cerita panjang dalam bahasa Rusia yang
buruk dengan menelan segala akhiran kata, disertai gerak-gerik dengan
sikap dramatis, kemudian meledaklah gelak ketawanya yang parau berkesudahan
dengan batuk-batuk.
Ia yakin mengenal
jururawat Antipova lahir dan batin dan berpendapat bahwa jururawat
dan dokter itu saling menaruh hati. Jalinan asmara berapi-api yang
begitu digemari bangsa Latin meresap ke hatinya, maka amat sukalah
ia bila menemukan mereka bersama-sama, lantas digoyang-goyangkannya
jarinya sambil mengedipkan mata dengan nakalnya; ini mengherankan
Lara dan mengganggu Yuri, tapi tak ubahnya dengan orang aneh lainnya,
mademoiselle inipun berpegang teguh pada khayalnya, tak hendak melepaskannya,
apapun yang terjadi.
Ustinya lebih
lagi mempunyai tabiat yang ajaib. Sosok tubuhnya berbentuk buah pir
yang payah bergerak itu membuatnya nampak seperti ayam yang hendak
bertelor. Biasanya ia pertimbangkan tutur katanya, suka bicara singkat
dan mengenai soal, tapi khayalnya tak dapat dikekang dalam segala
hal mengenai takhyul. Ia lahir di Zabushino dan konon anak tukang
sihir di situ, maka diketahuinya mantera-mantera tak berbilang dan
iapun tak akan keluar sebelum lebih dulu berguman-gumam di atas tungku
dan lobang kunci, agar selama kepergiannya rumah itu terlindung dari
kebakaran dan iblis.