edisi 57
jumat 18 maret 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

Sitok Srengenge
sajak Kesiur Musim Gugur
Antonia Logue
Bayang-bayang maut bersimpuh di helai daun-daun layu,
ditimang angin laut lalu luruh sebagai, "Musim gugur," katamu

Lenguh anggun nan rawan lepas dari bibirmu,
seluruh rimbun hutan ranggas di nyeri rindu

Dengus bukit dan beting dan batang-batang batai
menghunus sakit atas hening kita yang mencintai
selengkapnya

sajak Imaji Harapan
Edwin
Dan apakah luka
Selain kemanjaan dan keterasingan
Dalam samudra harapan
Tapi lihat ujung tombaknya
Menusuk berjuta kepala
Melahirkan tiran dan melestarikan
Penindasan

selengkapnya

sajak Sajak Protes
Dewa Gumay Lembak
Inilah sajakku
Sajak Orang-orang pinggiran
Sajak Orang-orang termarginal
Tapi tak segenit Orang-orang atasan
Aku tulis sajak ini
Karena surat Protes
Membentur jidat si tuan jangan
Yang bersajak tentang kebenaran

selengkapnya

tulisan tamu

Dua Departemen Dikawal

Robert Fisk

Balik ke Laboratorium
Nadine Gordimer

 


novel
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam
Empat
Empat kuntum bunga Bunga merawan digenggaman. Empat hari sudah dia meninggalkan Palembang. Ketika empat kali Mangin membaca ulang terus menerus surat singkat yang diterima entah beberapa bulan lalu. Tak ada yang berubah. Tak istimewa istimewa. Hanya lambang kelelawar yang menjadi tokoh kartun Detroit Comics. Batman. Kertas bekas, tepatnya kertas kerja ujian Metode Ilmiah Mangin sendiri.
selengkapnya

daftar buku
non-fiksi

The Cross and the Crescent
Richard Fletcher
(Allen Lane)

Home and Exile
Chinua Achebe (Canongate)

fiksi
The Light of Day
Graham Swift
(Hamish Hamilton)

Heligoland
Shena Mackay
(Jonathan Cape)


novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), terbitan Djambatan, Maret 1960

Rumah sakit dimana Yuri menjadi pasien dan kini dokter, ditempatkan dalam rumah istri Tumenggung Zhabrinskaya. Dia menawarkannya pada Palang Merah pada permulaan perang. Rumah ini berloteng dua, letaknya di salah satu bagian terbaik dalam kota, di sudut jalan raya dan pelataran yang terkenal dengan nama 'Platz,' dimana dulukala prajurit berlatih dan kini diadakan rapat-rapat.
selengkapnya
 
ceritanet
©listonpsiregar2000