edisi 55
senin 3 maret 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list


sajak Imaji Harapan
Edwin
Dan apakah luka
Selain kemanjaan dan keterasingan
Dalam samudra harapan
Tapi lihat ujung tombaknya
Menusuk berjuta kepala
Melahirkan tiran dan melestarikan
Penindasan
Dalam mitologi divinitas
Kepasrahan pada mahaluka
Menjerumuskan
Jiwa-jiwa yang basah
Oleh airmata kemayaan
Pada sumur tanpa dasar
Dimana-harapan dikaitkan
Kau Bukan itu
Sungguh aku yakin sekali
Akankah ada yang peduli
Jakarta, 26 Desember 2000

Stasiun Terakhir
Di sini kita labuhkan luka dan sepi
Lantas kita berkaca
Cawan-cawan anggur yang berdenting
Seperti lonceng kematian
Yang tak lagi menakutkan

Cermin itu ternyata buram
Mata kita pun terlalu nanar
Untuk membaca kenyataan
Bahkan untuk menjadi nyata

Kini hanya tersisa
Kursi dan meja sunyi
Tanpa jiwa
Kereta terakhir telah lama tiba
Malam sudah semakin larut
Terminus Café CCF Bandung, Oktober 1999

Saat-saat Kuberbaring di Pahamu
Aku telah preteli segala lencana
Kucuci riasan yang mengerikan itu
Yang dipasang di parasmu
Kunikmati kecantikanmu
Dalam wajah yang ternikmati mata batinku
Kucumbui engkau
Dalam mabukku akan luka
Dalam perih yang meracunikuMungkin mataku terlalu nanar
Untuk menatapmu dengan jelas
Setidaknya aku mampu
Merasai hangatnya rengkuhanmu
Saat tetes darah dari keningku
Jatuh di pahamu
Saat-saat ku berbaring diatasnya
Jl. Kampus II Bandung, Mei 1999

tulisan edisi 55
sajak Kesiur Musim Gugur
Sitok Srengenge

sajak Sajak Protes
Dewa Gumay Lembak

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

tulisan tamu
Balik ke Laboratorium
Nadine Gordimer

Apa Yang Dilakukan Franco Padaku
Stuart Christie


ceritanet

©listonpsiregar2000
 


Mimpi
Tidak kah akan pernah cukup
Sebuah hidup dalam gigitan realitas
Sehingga mimpi selalu berujung enas.

Tidak kah akan pernah layak
Sebuah impian untuk digenggam
Sehingga pahit lah yang bisa tercecap

Tidak kah akan pernah sanggup
Mengharap sebuah hidup dalam impian
Akankah selalu bernilai mahal
Losari, 1 Januari 2002