edisi 55
senin 3 maret 2003

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

tentang ceritanet

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
link
tulisan tamu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

Sitok Srengenge
sajak
Kesiur Musim Gugur
Antonia Logue

Bayang-bayang maut bersimpuh di helai daun-daun layu,
ditimang angin laut lalu luruh sebagai, "Musim gugur," katamu

Lenguh anggun nan rawan lepas dari bibirmu,
seluruh rimbun hutan ranggas di nyeri rindu

Dengus bukit dan beting dan batang-batang batai
menghunus sakit atas hening kita yang mencintai

Serisau rasa, sekatam kata,
seriuh ruh berpiuh antara duka dan dukana

Gaungnya bertalu di kelung kaldera kalbu
merdu bagai lagu, menderu bagai seru seteru

Langit menabur serbuk cahaya ke setangkup jiwa lusuh
bayang-bayang maut lebur dalam kelam sayup menjauh

Musim menangkar peluhku di pelir waktu
kelak berbiak menjadi lendir salju

Menyungkup janin musim semi di ceruk rahim reranting raras
menyusup ingin di palung tubuhmu yang terkelupas
2001

Penghujung Musim Penghujan
Dora Havassy

Di penghujung musim penghujan
basah tanah dan batang pohonan susut perlahan

Daun-daun mengibas rambut pada terik mentari
dari matamu yang sarat sengkarut membersit pelangi

Menetas burung-burung dalam liang luka tubuh
lantas terbang murung sebagai kata-kata dan jatuh

Jatuh ke dalam gurit yang kuguris untukmu
kicau sembilu bergaung abadi di situ
2001

tulisan edisi 55
sajak Imaji Harapan
Edwin

sajak Sajak Protes
Dewa Gumay Lembak

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak

tulisan tamu
Balik ke Laboratorium
Nadine Gordimer

Apa Yang Dilakukan Franco Padaku
Stuart Christie

ceritanet
©listonpsiregar2000