memoar ApaYang Dilakukan Franco Padaku
Stuart Christie

Foto di atas diambil tanggal 6 Januari 1967, di gedung bundar penjara Carabanchel di Madrid. Aku di sebelah kiri dengan jumper sulaman putih. Bersamaku adalah tiga orang asal London, Jeff di sebelah kiriku dan dua orang lain yang namanya sudah hilang dari ingatan. Pria yang berjongkok adalah Alfredo, orang Argentina.
selengkapnya

cerpen Api Membakar Gereja
Arie MP Tamba
Ia kembali memandangi api itu di dalam mimpinya dan menjadi panik. Bagaimanapun ia harus menemukan cara untuk menyampaikan mimpi itu kepada orang-orang. Tapi anak-anaknya benar-benar tak berperasaan. Mereka memandanginya seperti seorang cacat yang tak berguna. Mereka menanggapinya secara tak serius, seolah ia hanya akan menceritakan sesuatu yang tak penting. Mereka tak menaruh hormat lagi pada usia lanjut; hingga ia pun tak percaya apakah mereka juga akan menghormati misteri mimpi. Dan karena keraguan sesaat menggelapkan benaknya, ia menjadi lupa hendak mengatakan atau menceritakan apa setiap kali berhadapan dengan mereka.
selengkapnya

draft novel Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Ketika Jagger terbangun, pertanyaan pertama yang dia ajukan adalah soal ecstasy yang dijanjikan Elaine. Elaine pun merogoh tas bawaannya dan mengambil sebuah lipatan kertas kecil. Jagger segera meraih dan membuka, dan terlihat tiga butir pil berwarna hijau muda bergambar petir. Tiga butir pil pemberian Julian semalam membuat Jagger tersenyum bahagia. Lama Elaine tidak melihat senyum Jagger sedemikian senangnya.

selengkapnya

novel Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam
Mangin sobek blocknote bekas sebuah kongres, mulai menggerakkan pensil di sisa nyala api di tumpukan potongan dahan. Setelahnya, menjelang pagi setelah melantunkan beberapa rhapsody tentang pagi bersama permainan gitar Hotma dia serahkan kepada Dinda. Dinda melipatnya dan menyimpan di saku kemeja. Karena sempat mendengar bisikan Mangin, HANCURKAN SETELAH DIBACA.
selengkapnya

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960

Kota kecil tempat pengungsian rumah sakit namanya Melyuzeyevo. Letaknya di daerah tanah hitam* yang subur. Debu hitam bergantungan di atasnya sepanjang hari bagai sekawanan belalang. Debu itu ditimbulkan oleh tentara dan konvoi yang melalui kota: mereka bergerak kedua jurusan, ada yang ke medan perang, ada yang datang dari situ dan tak dapat dikatakan apakah perang masih berlangsung atau sudah selesai.
selengkapnya

ceritanet©listonpsiregar2000