novel Dokter Zhivago 50
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960.

Hari berikutnya, ketika Zhivago pulang untuk makan siang, ia berkata: "Nah, kau sangat ingin berangkat, sekarang kita semua akan berangkat. Tak kukatakan 'syukurlah,' sebab bukanlah syukur namanya, kalau kita terjepit dan kalah lagi. Semua kesatuan pengobatan diperintahkan keluar. Kita pergi besok atau lusa. Entah kemana. Dan kukira, Karpenko, pakaian dalam tuan Gordon belum pula dicuci. Selalu begitu saja. Menurut Karpenko, ia memasrahkannya pada gadisnya, tapi asal ditanyai siapa dan dimana dia, si tolol ini tidak tahu."

Ia tak mengacuhkan alasan Karpenko yang bohong itu dan juga permintaan maaf Gordon karena meminjam kemeja-kemeja tuan rumahnya.

"Beginilah hidup di tentara," sambungnya, "Sehabis membiasakan diri di satu tempat, harus pindah ke tempat lain. Waktu kami datang, tak ada yang kusukai di sini. Kotor, pengap tungku salah letak, langit-langit terlalu rendah. Dan sekarang, sungguh aku tak ingat lagi bagaimana tempat yang kami tinggalkan dulu. Aku merasa tak keberatan tinggal seumur hidupku di tempat ini, memandangi sudut tungku ini dengan sinar matahari di lantai dan bayang-bayang pohon itu bergerak-gerak di situ."

Mereka berkemas tanpa buru-buru.

Malam hari mereka bangun oleh teriakan orang, tembakan bedil dan langkah-langkah yang berlari-larian. Dusun diterangi cahaya geram, dari atas. Banyak bayangan berkebelatan lewat jendela. Pemilik rumah dan istrinya bangun di belakang sekatan. Yury menyuruh kurirnya supaya bertanya apa sebab keributan itu.

Didapatnya kabar, tentara Jerman telah menerobos. Yuri bergegas ke rumah sakit serta menyaksikan kebenaran kabar itu. Dusun sedang ditembaki. Rumah sakit harus segera dipindahkan dengan tiada menunggu perintah untuk mengungsi.

"Sebelum fajar kita semua akan pergi," kata Yuri pada Gordon. "Kau ikut regu pertama, pedati sudah siap sekarang, tapi kupesan mereka supaya menunggu kau. Nah selamat jalan. Kuantar kau, agar tempat dudukmu terjamin."

Mereka lari di jalan dusun, membungkuk-bungkuk dan memeluk tembok-tembok. Peluru-peluru berdesing lalu, dan dari simpangan-simpangan terlihat ledakan granat laksana payung menyala yang terbuka di atas padang.

"Kau akan berbuat apa?" tanya Gordon sambil berlari.

"Aku menyusul dengan regu kedua. Aku harus kembali dulu untuk mengemas barang-barangku."

Mereka berpisah di pinggir desa. Pedati dan beberapa kereta yang merupakan konvoi bergerak, berantukan satu sama lain dan berangsur-angsur merenggang. Yuri melambai ke sahabatnya yang melihatnya sejenak lagi dalam cahaya gudang terbakar.

Dengan mencari lindungan rumah-rumah lagi, Yuri buru-buru pulang. Beberapa meter dari rumahnya ia terpelanting oleh tekanan hawa letusan dan kena pecahan granat. Ia jatuh di tengah jalan, berlumuruan darah dan pingsan.
***bersambung
*. Dahl adalah penyusun kamus baru Rusia yang menjadi klasik dan berisi antara lain daftar panjang tentang keanehan-keanehan ilmu bahasa.

ceritanet©listonpsiregar2000