asajak Kemerdekaan Tak Membisukan Memori
Selma Hayek

Tia...Tia...
Apakah pasukan pencabut nyawa itu benar-benar telah pergi?
Aku masih dengar desingan peluru itu..Aku masih dengar!! masih!
Derap..iya, derap lars pencabut nyawa itu masih melewati jalan depan rumah kita!! masih!

Tia...Tia...
Masih ingatkah kau ketika mereka menyiramkan api di kulitku?
Panasnya masih kurasakan,
Sengaja kubiarkan...dan kunikmati.

Dan Tia...Tia-ku yang hampir rapuh,
Perih penuh mataku
Mengalirkan air di wajahku, tak bisa kuhentikan: aku menangis!

Tanah masih basah:
anyir darah
bau dendam

Batu
Salib
Bunga
Lilin

Manusia tanpa kata
Manusia tanpa bualan. Kebenaran adanya.

Hari ini, Tia:
Kebebasan telah berkibar! Telah berkibar!
Liberdade...liberdade...
Liberasaun...liberasaun...
Rai Timor Lorosa'e, Ami nian, povo Lorosa'e nian!

Namun, Tia...
Kabulaki-ku berkabut
Ramelauku masih tak berkata-kata
Matebian-ku berduka

Meski:
Lautku masih biru
Senjaku masih kuning

Tetap saja:
Langitku abu-abu

Dan....derap lars itu masih terngiang-ngiang...menggangguku!!!
***
kemerdekaan tak bisa membisukan memori masyarakat korban.
Dili, 20 Mei 2002

Tia : panggilan kepada orang yang telah menikah atau kepada orang tua perempuan.
Liberdade, liberasaun: : bebas, kebebasan
Rai : tanah
Ami : kita
Nian: : kepunyaan
Povo: : rakyat (Bahasa Portugis)
Kabulaki, Matebian (Jiwa yang Mati), Ramelau: : nama gunung di Timor Lorosae


ceritanet©listonpsiregar2000