novel
Smaradina Muda
Mangin
Syam
Asinar Radjam
Tibalah kampus --tempat kegiatan dilangsungkan, sekitar pukul
sembilan malam. Aku memarkir motor yang panas. Dibawah pohon
sonokeling. Kuperhatikan Mangin disambut kebimbangan, apa yang
harus dikerjakan. Bukan masalah bagiku, langsung kusambut tawaran
panitia. Segelas kopi hangat di cangkir bekas air mineral. Sudah
aku tarik tungkai lengan Mangin untuk ikut bergabung dalam lingkaran,
di hadapan kopi yang mengepulkan aroma kental. Dalam cengkraman
yang hangat. K ulihat
Mangin terduduk saja di pojok koridor gelap. Mengeluarkan bungkus
kretek dari saku jaket. Mencabut sebatang, dan kotak bungkus
kretek itu kulihat disusupkan lagi ke saku jaket. Batangan kretek
yang tak juga dibakar. Hanya dipelintir-pelintir saja oleh permainan
jari.
selengkapnya
draft
novel Pangeran
Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Ditinggal
Keith, Elaine kelabakan. Pekerjaan menuntutnya balik ke London
sebelum Tahun Baru, untuk merekam gambar tentang pesta ecstasy
muda-mudi di akhir tahun. Lagipula, Natal yang diawali dan diakhiri
dengan pertengkaran membuat kepalanya pusing sebelah. Ingin
rasanya cepat-cepat sampai di flatnya sendiri, di mana dia bisa
menjadi dirinya sendiri, tanpa harus bertenggang rasa dengan
kedua orangtuanya. Meskipun Bapak dan Ibu McKenzie adalah orangtuanya
sendiri, nilai-nilai yang dianutnya di dalam kehidupan sangat
berbeda. Pada saat tertentu, ternyata perbedaan itupun dapat
menjadi permusuhan.
selengkapnya