laporan
Nobel
untuk Carter
Nick
Child
Jimmy Carter terharu
dan mengucapkan terima kasih pada istrinya Rosalyn atas segala dukungan,
dan mengatakan hadiah Nobel ini ia berikan juga kepada lembaga Carter
Center. Presiden Bush meneleponnya dan mengucapkan selamat.
Namun Gedung Putih
tidak secara langsung menanggapi kritik dari ketua Komite Nobel, yang
menyinggung tentang kebijakan luar negeri pemerintah
Amerika Serikat. Begitu juga dengan Jimmy Carter. Di masa lalu, ia
mengkritik pendekatan Presiden Bush. Dan dia mengatakan 'tidak' kepada
resolusi kongres tentang Irak. Dia juga mengatakan adanya tekanan
internasional berarti pemerintahan Bush harus mengurangi pernyataan
tentang aksi sepihak.
Menurut Carter ssekarang
ini semua orang telah berubah dan dia juga mendengarkan dengan seksama
Presiden Bush, yang menurut Carter antara lain mengatakan Amerika
akan bekerja melalui PBB. Carter menambahkan Amerika tidak punya niat
untuk melakukannya secara sepihak.
Jimmy Carter cukup
sukses menjalan kebijakan luar negeri saat berkuasa, seperti perjanjian
damai Camp David antara Israel dan Mesir, dan perjanjian senjata nuklir
dengan Moskow. Namun, harapannya tentang pengembangan kebijakan luar
negeri yang santun seakan musnah.
Dalam masa 20 tahun,
tepatnya sejak meninggalkan Gedung Putih, ia membangun nama baiknya
dengan berkeliling dunia, dan dengan bantuan Carter Center, ia berupaya
untuk menyelesaian berbagai konflik secara damai, meningkatkan hak
asasi
manusia, memantau pemilu, dan mengkampanyekan kesehatan di negara-negara
berkembang.
Dia punya andil dalam
meredakan ketegangan Amerika Serikat dengan Korea Utara, dan dengan
Haiti pada pertengahan 1990-an.
Bagi beberapa penggantinya
ia dianggap melakukan campur tangan. Namun, bagi banyak pihak, ia
adalah perintis kian besarnya peran organisasi non-pemerintah dalam
masalah-masalah internasional
***
Dari
BBC Siaran Indonesia, Jumat 11 Oktober 2002
ceritanet©listonpsiregar2000