draft
novel
Pangeran
Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo
Prijosusilo
Jadilah Natalan pertama di Inggris itu teramat berkesan bagi Jagger.
Bukan saja pada Natal itu dia untuk pertamakali makan daging babi,
tetapi di dalam suasana Natal itupun dia mengenal lebih jauh tentang
kehidupan keluarga Elaine. Pertentangan-pertentangan yang ada di dalam
keluarga itu meledak pagi itu, dan berlanjut sampai malam hari, hingga
esoknya pula.
Keluarga Elaine
tidak merayakan Natal dengan beribadah ke gereja, mereka hanya akan
saling menukar hadiah dan makan-minum seharian. Namun persoalan-persoalan
lama muncul kembali dan bagai setetes tuba, merusak suasana kekeluargaan
yang semula diharapkan hangat dan membahagiakan.Masalah
antara Keith dan Elaine juga mengemuka, berawal ketika Elaine dan
ibunya bertengkar perkara suatu kejadian yang terjadi belasan tahun
silam.
Elaine masih sangat
sakit hati dengan perlakuan orangtuanya ketika dia menyelesaikan sekolah
menengahnya. Usianya baru lewat enambelas tahun, dan
dia sangat ingin pergi ke universitas untuk melanjutkan pendidikan.
Orangtuanya tidak setuju. Untuk apa ke universitas? Lulusan perguruan
tinggi
di mata mereka kerjanya cuma menipu, tidak bisa bekerja dengan jujur,
tak menghasilkan keringat dan menerima upah yang wajar seperti kaum
buruh
lainnya, melainkan mencari nafkah dari menipu dan memintari kaum buruh.
Lagipula, kelas atas
memandang rendah anggota kelas bawah. Bahasa mereka dikatakan kasar
dan bodoh. Ucapan mereka dianggap bahan lawakan. Makanan mereka tak
sehat dan memalukan. Apakah Elaine kelak setelah mengenyam pendidikan
tinggi akan tidak mau lagi mengenal ayah ibunya? Menurut kedua orangtua
Elaine, ya.
Tanpa mendengar protes-protes
ayah dan ibunya Elaine melanjutkan ke perguruan tinggi dan pindah
ke kota Manchester, agar jauh dari keluarga yang
semakin lama semakin asing baginya. Keith, yang tinggal di Liverpool,
menyimak semua yang terjadi, dan ketika dia menyelesaikan pendidikan
menengah, dia tidak mau menyakiti orang tua dengan memasuki perguruan
tinggi melainkan langsung melamar untuk bekerja di sebuah bank dan
langsung diterima sebagai teller.
Elaine, yang saat itu sudah dua
tahun kuliah di Manchester sangat marah dengan keputusan adiknya,
yang sangat didukung oleh ayah dan ibunya. Apa masa depan seorang
teller tanpa pendidikan? Tetapi ayah ibu dan adiknya tidak dapat dirubah
pendiriannya. Keith adalah anak berbakti, yang tidak hendak menghinakan
orang tuanya dengan berlagak lebih berpendidikan, lebih canggih, dari
kelas yang lebih terpelajar.
Keith tidak hendak
mengkhianati nilai-nilai kelas buruh yang menjadi kebanggaan keluarganya.
Dia mencari pekerjaan seperti jutaan kaum buruh lainnya, dan ketika
usianya menginjak delapanbelas tahun, dia merayakannya dengan ayah dan
kawan-kawannya, minum bergelas-gelas bir di pub lokal sambil nonton
balap kuda di TV.
Demikian, Jagger merekonstruksi
kejadian-kejadian yang menimbulkan luka-luka di kejiwaan keluarga
Elaine, dari apa-apa yang dia dengar terungkap dari pertengkaran-pertengkaran
Natal. Heranlah dia mendengar sebab awal perpecahan di dalam keluarga
itu. Aneh bagi pikirannya untuk menerima bahwa orangtua Elaine memang
sungguh-sungguh tidak menghendaki anaknya memiliki pendidikan. Kebalikan
dengan orangtua dari kelas bawah di Indonesia, yang rela menyogok,
berhutang, menjual tanah dan rumah, dan berbuat apa saja agar anak-anak
mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi. Di Inggris, di kalangan
sebagian kelas buruh, cita-cita mengenyam pendidikan tinggi dianggap
pengkhianatan.
Jadi orangtua Elaine merasa dikhianati
anak mereka, sedangkan Elaine, merasa di halangi dan dikhianati oleh
orangtuanya sendiri. Tak pelak, apa yang ditakutkan oleh ayah bunda
Elaine terjadi juga. Ketika Keith menelpon dan memberitahu bahwa dia
akan bekerja sebagai teller di sebuah bank lokal di Leverpool, Elaine
marah, dan akhir pekan itu datang ke Liverpool dengan tujuan merubah
pendirian adik dan orangtuanya. Namun
keluarganya menerima lain. Elaine sudah berubah, yang ditakutkan sudah
terjadi padanya. Bahasa Inggrisnya telah berubah, dan logat Liverpool
kelas
bawah yang khas telah dihilangkannya menjadi logat Inggris Selatan,
seperti penyiar BBC ataupun bahasa Sri Ratu. Tak mau lagi dia makan
kaki babi dan
sayur rebus dengan cuka dan kentang, malahan berceramahlah dia mengenai
kolesterol dan makanan yang sehat.
Sejak itu, bertahun-tahun
dia tidak pulang kecuali hanya pada hari Natal.Elaine menyangka bahwa
semua perselisihan itu bakal hilang dihapus waktu berlalu. Apalagi
setelah dia sendiri memiliki anak. Ternyata, tidak. Pertengkaran yang
sama terjadi juga pada Natal ini, dan jadilah Jagger tahu tentang
sisi-sisi suram keluarganya.
Orangtuanya belum
berubah, mereka masih sakit hati karena kelas mereka ditinggalkan Elaine.
Kenapa mereka begitu bodoh? Kenapa begitu bangga dengan kehidupan kelas
buruh yang selalu dipecundangi kelas atas? Apa istimewanya memiliki
logat yang sama dengan logat kuli pelabuhan Liverpool? Apa istimewanya
menabung demi cita-cita membeli TV layar lebar dan mobil Jepang atau
Malaysia?Itu semua tanda-tanda
sukses kelas buruh: TV besar, mobil besar, kulkas besar, dan rumah sendiri.
Tetapi semua itu tidak
menarik bagi Elaine. Sejak lulus kuliah dan bekerja sebagai researcher
di TV BBC Bristol, Elaine jadi bercita-cita merubah cara pikir pemirsa
TV: seluruh rakyat Inggris. Sebagai orang dalam di stasiun TV Elaine
jadi semakin sadar akan kekuasaan yang dipegang, bahwa dia mampu mempengaruhi
alam pikiran masyarakat, biarpun cumasedikit.
Suasana gerakan anti
Margaret Thatcher sangat kental terasa di BBC, yang secara tradisional
selalu bersikap kekiri-kirian, dan Elaine muda lebur di dalam suasana
itu.Bersama bos karismatik yang membimbing, Elaine dan kawan-kawannya
bereksperimen dengan cara-cara baru dan segar membuat acara TV. Lambat
laun, usaha mereka jadi diterima dan dikenal masyarakat dengan nama
Youth TV, TV anak muda, yang berciri presenter muda yang bergaya, kamera
yang lincah dan seringkali cuma dipegang satu tangan, bahasa segar yang
diucapkan nyerocos dan pesat, dan isi acara yang makin dekat dengan
semangat anti kemapanan.
Pada awal-awalnya,
mereka hanya bisa menggunakan media acara-acara musik Pop, yang kebetulan
juga sedang didominasi kelompok-kelompok anti kemapanan dari yang brutal
seperti The Sex Pistols sampai ke kelompok Police yang lebih sopan dan
bergaya kelas menengah. Namun mereka juga meliput pemberontakan-pemberontakan
kaum muda seperti kebrutalan polisi saat membubarkan perkemahan muda-mudi
yang menunggu hari terpanjang di musim panas di sisa-sisa purbakala
lingkaran batu megalitikum, Stonehenge, serta munculnya pesta-pesta
rave di tanah-tanah kosong, yang menjadi ajang eksperimen pasar produsen
drugs baru, seperti Ecstasy.
Kiprah Elaine di
dunia pertelevisian semakin menjauhkan dari orangtuanya. Margaret
Thatcher lengser dan digantikan oleh John Major yang kampungan dan
grogi, namun hubungan antara Elaine dengan ayah dan ibunya tidak kunjung
membaik. Jurang budaya yang menganga antara mereka makin lebar. Elaine
pun mengikuti karir, pindah ke London, dan membeli sebuah flat mungil
di daerah London Barat yang trendy, dan orangtuanya semakin jarang
menemuinya.
Sedangkan Keith
yang semula berkukuh ingin mengikuti jalan kelas buruh, akhirnya terpengaruh
juga oleh perjuangan Elaine, dan mengikuti beberapa
kursus yang kemudian memungkinkan dia bekerja sebagai petugas floor
di studio televisi di London pula. Tetapi ada perbedaan besar dengan
karir
Elaine. Elaine melewati jalur perguruan tinggi dan berujung memperoleh
karir di bidang intelektual dalam produksi acara TV, sebagai sutradara
dan
produser, sedangkan Keith, yang masuk lewat jalur kursus, mentok sebagai
pekerja kasar di floor studio, dengan upah yang pas-pasan pula untuk
hidup di London.
Pada Natal ini Jagger
tahu pula bahwa ada kecemburuan mendalam antara Keith dan Elaine. Elaine,
yang setelah beberapa tahun di London sanggup membeli flat sendiri dan
bekerja freelance saja, masih juga mampu liburan keluar negeri setiap
tahun, bahkan mampu bekerja sukarela di Indonesia dan pulang membawa
anak dan suami. Sedangkan Keith harus bekerja sepanjang tahun untuk
sekedar membayar sewa flat kecilnya di daerah London Selatan yang dianggap
kumuh.
Namun, seperti kebanyakan
pemuda kelas buruh lainnya, Keith memiliki mobil yang cukup besar dan
jadi kebangaannya. Mobil yang setiap Elaine
membutuhkan selalu tersedia untuk mengangkutnya. Mobil yang merupakan
anak sah dari nilai-nilai kelas buruh yang dilawan Elaine dengan gigihnya,
namun ketika membutuhkan, dipakainya juga.
Maka ketika pertengkaran
Natal memasuki saat akhirnya, waktu hari Natal mulai beranjak malam,
habislah kesabaran Keith pada kakak perempuannya. Malam itu pula dia
memberesi barangnya dan pulang sendiri ke London, meninggalkan Elaine
dan Sanca dan Jagger sendiri di rumah yang makin tidak nyaman ditempati.
***bersambung
draft
novel
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
menerima usul, saran dan kecaman ke Bramantyo
Prijosusilo